Survei: Ekonomi Singapura Diperkirakan Tumbuh 5,8% di 2021

    Angga Bratadharma - 11 Maret 2021 11:45 WIB
    Survei: Ekonomi Singapura Diperkirakan Tumbuh 5,8% di 2021
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    Singapura: Para ekonom telah menaikkan perkiraan mereka untuk pertumbuhan Singapura di tahun ini karena mengantisipasi peningkatan yang lebih kuat di sektor manufaktur dan keuangan. Sejumlah indikator diharapkan terus membaik usai terpuruk akibat hantaman keras pandemi covid-19.

    "Produk Domestik Bruto (PPDB) Singapura diperkirakan meningkat 5,8 persen di 2021," ungkap perkiraan median dari 24 ekonom yang disurvei oleh Otoritas Moneter Singapura (MAS), dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 11 Maret 2021.

     



    Para ekonom yang disurvei sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi di 2021 sebesar 5,5 persen dalam survei di Desember. Prospek ekonom juga membaik untuk pasar tenaga kerja, menurut laporan yang dirilis oleh MAS. Kondisi itu juga diharapkan berkontribusi positif terhadap perekonomian.

    Ekonomi Singapura pada 2020 terpukul parah oleh pandemi covid-19. Bahkan, Singapura mencatat resesi terburuk yang pernah terjadi pada tahun lalu dengan kucuran stimulus hampir 100 miliar dolar Singapura. Namun, kontraksi melambat pada kuartal keempat 2020 karena lebih banyak pembatasan terkait virus korona dicabut.

    "Untuk kuartal pertama tahun ini, ekonomi kemungkinan akan tetap goyah," kata para ekonom dalam survei MAS.

    Mereka memperkirakan ekonomi Singapura kontraksi 1,1 persen secara tahun-ke-tahun dengan sektor konstruksi tetap sektor yang terkontraksi terbesar. Seiring berjalannya tahun, sektor konstruksi diperkirakan pulih, dengan para ekonom memperkirakan pertumbuhan 22,5 persen untuk 2021.

    Prospek mereka juga sedikit meredup untuk perdagangan grosir dan eceran yang diperkirakan tumbuh 4,5 persen, bukan lima persen, dan untuk akomodasi dan konsumsi swasta, yang diperkirakan akan naik 11 persen, bukan 15 persen. Demikian pula konsumsi swasta diperkirakan naik 7,9 persen, turun sedikit dari 8,5 persen pada survei tiga bulan lalu.

    Di sisi lain, mereka memperkirakan sektor manufaktur tetap menjadi titik terang bagi ekonomi Singapura, dengan pertumbuhan 4,7 persen. Ini merupakan peningkatan dari perkiraan sebelumnya yang mencapai pertumbuhan 4,5 persen. Ekspektasi juga membaik untuk sektor keuangan dan asuransi sebesar 5,8 persen, ketimbang 5,1 persen pada survei sebelumnya.

    Para ekonom mengatakan eskalasi situasi covid-19 tetap menjadi risiko penurunan dari pertumbuhan ekonomi, diikuti oleh ketegangan geopolitik, dan kemunduran dukungan kebijakan makroekonomi global yang lebih awal dari perkiraan.

    Adapun risiko perbaikan, termasuk penanggulangan pandemi karena penyebaran vaksin yang lebih cepat secara global, kinerja sektor manufaktur yang lebih kuat dari perkiraan, kemungkinan pembukaan kembali perbatasan untuk perjalanan internasional, dan pertumbuhan global yang lebih baik.

    Lebih jauh ke depan, pada 2022, para ekonom memperkirakan ekonomi Singapura akan tumbuh sebesar 3,8 persen. Adapun survei MAS dikirim pada 15 Februari kepada para ekonom di sektor swasta. Temuan itu tidak mencerminkan pandangan atau perkiraan bank sentral.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id