Borong Bitcoin, Tesla Diproyeksi Raup Cuan Rp9,8 Triliun

    Husen Miftahudin - 22 Februari 2021 19:50 WIB
    Borong Bitcoin, Tesla Diproyeksi Raup <i>Cuan</i> Rp9,8 Triliun
    Bitcoin. Foto ; AFP.



    Jakarta: Sejumlah korporasi di Amerika Serikat mengalami keuntungan fantastis setelah membeli dan menyimpan Bitcoin sebagai aset. Di antaranya ada Tesla Inc dan Microstrategy Inc yang mendapatkan keuntungan seiring meningkatnya harga Bitcoin secara signifikan.

    CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan saat ini harga Bitcoin sudah mencapai USD58 ribu atau setara Rp851 juta. Kondisi tersebut membuat Tesla meraup cuan sebanyak USD700 juta atau Rp9,8 triliun. Perusahaan Elon Musk itu awalnya Bitcoin sebanyak 43 ribu BTC (satuan Bitcoin) pada saat harganya USD35 ribu atau setara Rp490 juta.




    "Total aset Tesla awalnya USD1,5 miliar. Saat ini, diperkirakan sudah tumbuh melebihi USD2,2 miliar. Artinya, diperkirakan aset Tesla tumbuh sekitar 45 persen setelah menyimpan dan membeli Bitcoin," ujar Oscar dalam keterangan tertulis, Senin, 22 Februari 2021.

    Selain Tesla, Microstrategy juga diperkirakan meraup cuan triliunan akibat membeli Bitcoin sebagai aset. Bahkan, keuntungan perusahaan teknologi informatika itu lebih tinggi dibandingkan Tesla lantaran telah berinvestasi Bitcoin sejak 2020.

    Oscar menjelaskan, Microstrategy kini sudah memiliki 72 ribu BTC atau senilai Rp57 triliun. Perusahaan tersebut membeli Bitcoin secara bertahap pada Agustus 2020 lalu. Saat itu, pembelian perdana Microstrategy sebanyak 21.454 BTC.

    "Lonjakan kenaikan Bitcoin Microstrategy mencapai 600 persen dari Agustus 2020 hingga Februari 2021. Artinya, semenjak mereka membeli Bitcoin, valuasi asetnya meningkat drastis," tuturnya.

    Tak hanya itu, Microstrategy direncanakan ingin menambah Bitcoin. Terakhir, Microstrategy mengumumkan ingin membeli Bitcoin senilai USD600 juta atau sekitar Rp8,4 triliun.

    Selain korporasi, orang-orang yang memiliki Bitcoin juga kaya mendadak. Seperti saudara kembar Tyler dan Cameron Winklevoss yang telah membeli Bitcoin sejak 2012 sekitar satu persen dari populasi Bitcoin yang beredar atau sekitar 1,5 juta keping. Pada saat itu harga Bitcoin masih berada di kisaran USD13.

    "Artinya, perkiraan peningkatan kekayaannya mencapai sekitar 400 ribu persen. Sebuah peningkatan yang sangat fantastis. Mereka bisa menjadi multi triliuner hanya dengan menyimpan Bitcoin," ucap dia.

    Menurut Oscar, akan ada sejumlah korporasi yang akan memborong Bitcoin untuk dijadikan aset dan investasi mereka. Kondisi ini tentu akan membuat harga Bitcoin meningkat drastis.

    "Besar kemungkinan masih ada lagi perusahaan yang akan membeli Bitcoin. Tidak hanya dari Amerika Serikat tetapi juga dari negara lain. Karena Bitcoin terbukti menjadi aset safe haven di kala pandemi dan produk investasi terbaik dalam 10 tahun terakhir," pungkas Oscar.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id