Emas Dunia Anjlok, Terseret Aksi Ambil Untung

    Antara - 12 Februari 2021 09:01 WIB
    Emas Dunia Anjlok, Terseret Aksi Ambil Untung
    Ilustrasi. FOTO: N’Djamena, Chad/AFP



    Chicago: Harga emas dunia turun pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), terseret aksi ambil untung setelah naik selama empat hari berturut-turut. Pelemahan terjadi ketika dolar AS menghentikan penurunannya, terangkat imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang lebih kuat dan harapan dorongan pertumbuhan dari stimulus fiskal AS.

    Mengutip Antara, Jumat, 12 Februari 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, anjlok USD15,9 atau 0,86 persen menjadi USD1.826,80 per ons. Sehari sebelumnya, Rabu, 10 Februari, emas berjangka terangkat USD5,2 atau 0,28 persen menjadi USD1.842,70.






    Emas berjangka juga naik USD3,3 atau 0,18 persen menjadi USD1.837,50 pada Selasa, 9 Februari. Sebelumnya melonjak USD21,2 atau 1,17 persen menjadi USD1.834,20 pada Senin, 8 Februari. Kemudian melambung USD21,8 atau 1,22 persen menjadi USD1.813,00 pada Jumat, 5 Februari.

    "Ketidakmampuan emas untuk diperdagangkan kembali di atas level USD1.850 telah memicu aksi ambil untung karena penurunan tajam dolar AS telah mereda," kata Kepala Perdagangan Derivatif Logam Dasar dan Mulia BMO Tai Wong.

    Membuat emas lebih mahal bagi mereka yang memegang mata uang lainnya, dolar telah merangkak bangkit dari level terendah dua minggu. Emas berada di bawah tekanan karena alasan teknis, menyusul kenaikan empat sesi perdagangan berturut-turut, kata para analis pasar.

    "Minat investor tampaknya telah bergeser ke platinum yang telah menikmati reli USD150 selama seminggu terakhir meskipun kami melihat aksi ambil untung pada level saat ini," tambah Wong.

    Di sisi lain, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa jumlah orang yang mengajukan klaim pengangguran awal turun 19 ribu menjadi 793 ribu dalam pekan yang berakhir 6 Februari, memberikan beberapa dukungan untuk emas.

    Investor juga tetap waspada terhadap paket stimulus baru pemerintah AS yang menunggu persetujuan Kongres AS, dan kebijakan moneter yang akomodatif, yang pada akhirnya dapat menyebabkan lonjakan tekanan harga. Kongres AS diperkirakan akan meloloskan RUU bantuan sebesar USD1,9 triliun.

    Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang kemungkinan besar diakibatkan oleh langkah-langkah stimulus yang meluas.

    Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun sebanyak 3,1 sen atau 0,11 persen menjadi USD27,047 per ons. Kemudian platinum untuk pengiriman April naik sebanyak 10 sen atau 0,01 persen menjadi USD1.247 per ons.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id