Kenaikan Kasus Covid-19 Susutkan Harga Minyak Dunia

    Angga Bratadharma - 20 Oktober 2020 08:00 WIB
    Kenaikan Kasus Covid-19 Susutkan Harga Minyak Dunia
    Ilustrasi. FOTO: AFP/Julien MIVIELLE
    New York: Harga minyak dunia bergerak lebih rendah pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), terbebani oleh terus meningkatnya kasus virus korona secara global. Para pedagang berharap kasus covid-19 bisa ditekan sedemikian rupa guna memulihkan pasar minyak.

    Mengutip Xinhua, Selasa, 20 Oktober 2020, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun lima sen menjadi di USD40,83 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun 31 sen menjadi USD42,62 per barel di London ICE Futures Exchange.

    Kondisi tersebut terjadi ketika kasus covid-19 secara global melampaui tonggak sejarah yakni mencapai sebesar 40 juta. "Situasi fundamental di pasar minyak tentu memprihatinkan, dengan melemahnya permintaan di satu sisi dan peningkatan produksi di sisi lain," kata Analis Energi Commerzbank Research Eugen Weinberg, dalam sebuah catatan Senin.

    Di sisi lain, indeks rata-rata saham utama Wall Street ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Pelemahan terjadi karena investor melihat ada perkembangan dari kesepakatan stimulus tambahan covid-19 di Amerika Serikat.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun 410,89 poin atau 1,44 persen menjadi 28.195,42. Kemudian S&P 500 turun 56,89 poin atau 1,63 persen menjadi 3.426,92. Indeks Komposit Nasdaq turun 192,67 poin atau 1,65 persen menjadi 11.478,88. Semua 11 sektor utama di S&P 500 melemah, dengan sektor energi turun 2,1 persen.

    Sebagian besar perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan lebih rendah, dengan tujuh dari 10 saham teratas menurut bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.

    Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengatakan Gedung Putih dan anggota parlemen kongres harus mencapai kesepakatan dalam 48 jam jika mereka ingin mengesahkan paket bantuan covid-19 baru sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) pada November.

    Demokrat dan Republik telah mencoba selama berminggu-minggu untuk mencapai kesepakatan terkait paket bantuan baru covid-19 guna memerangi efek ekonomi negatif yang disebabkan pandemi covid-19. Namun kedua belah pihak tetap terpisah dalam masalah tertentu.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id