2020, Permintaan Minyak Global Diramal Ambruk 9,8 Juta Barel/Hari

    Angga Bratadharma - 13 November 2020 10:03 WIB
    2020, Permintaan Minyak Global Diramal Ambruk 9,8 Juta Barel/Hari
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    Wina: Organisasi Negara Pengekspor Minyak atau Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) memangkas perkiraan permintaan minyak global pada 2020. OPEC memperkirakan permintaan pasar minyak dunia melemah 9,8 juta barel per hari secara tahun-ke-tahun dalam laporan bulanannya.

    Mengutip Xinhua, Jumat, 13 November 2020, OPEC merevisi perkiraan turunnya permintaan minyak dunia di tahun ini sebesar 0,3 juta barel per hari. Revisi dilakukan karena permintaan minyak terlihat lebih lemah dari perkiraan. Kemudian di 2021, diprediksi permintaan minyak global akan tumbuh sebesar 6,2 juta barel per hari pada 2021.

    Proyeksi itu sejalan dengan adanya penerapan pembatasan aktivitas akibat gelombang kedua covid-19 di beberapa negara di Eropa. Sementara itu, ekonomi Amerika Serikat diperkirakan mengalami kontraksi 3,6 persen pada 2020. Penurunan ekonomi yang lebih besar diperkirakan terjadi di zona euro, dengan aktivitas ekonomi diperkirakan turun 7,2 persen.

    Di sisi lain, investor saham di Amerika Serikat prihatin lantaran upaya Presiden Donald Trump untuk menolak hasil Pemilu AS dapat mengguncang pasar untuk sementara. Tetapi sedikit yang benar-benar takut bahwa hal ini akan berhasil.
     
    Menjelang pemilu, para analis mengatakan risiko utama stabilitas pasar keuangan adalah kemungkinan Trump akan menggugat hasil Pilpres AS jika dia kalah, atau menolak untuk meninggalkan jabatannya. Namun, sektor-sektor yang diperkirakan akan mengungguli di bawah Presiden terpilih Joe Biden sudah melonjak, seperti saham energi terbarukan.
     
    "Pasar percaya bahwa kemenangan Biden tidak mungkin dibatalkan," kata Kepala Derivatif Ekuitas Barclays Maneesh Deshpande.

    Terlepas dari kinerja pasar, beberapa tetap khawatir bahwa Trump dan beberapa Senat Republik AS masih menuduh tanpa bukti bahwa Biden tidak menang secara sah.
     
    Ahli Strategi Derivatif Ekuitas RBC Capital Markets Amy Wu Silverman mengaku khawatir tentang bagaimana transfer kekuasaan yang sebenarnya ke Biden dan "Kapan (dan akan) Partai Republik dan Trump menyerah?".
     
    "Dengan pasar yang ramai hari ini, saya khawatir tentang beberapa hari, minggu, dan bulan mendatang," pungkas Silverman.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id