Pelemahan Saham Teknologi Bikin Wall Street Rontok

    Angga Bratadharma - 11 Mei 2021 07:20 WIB
    Pelemahan Saham Teknologi Bikin Wall Street Rontok
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir merosot pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), terseret oleh pelemahan keseluruhan di sektor teknologi. Di sisi lain, Pemerintah AS terus berupaya menggenjot laju perekonomian melalui berbagai macam program yang salah satunya vaksinasi covid-19.

    Mengutip Xinhua, Selasa, 11 Mei 2021, indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan sebanyak 34,94 poin atau 0,10 persen menjadi 34.742,82. Sedangkan indeks S&P 500 turun sebanyak 44,17 poin atau 1,04 persen menjadi 4.188,43. Kemudian indeks Komposit Nasdaq merosot 350,38 poin atau 2,55 persen menjadi 13.401,86.

     



    Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor teknologi turun sebanyak 2,53 persen, memimpin ketertinggalan. Sedangkan sektor utilitas melonjak sebanyak 1,02 persen, kelompok dengan kinerja terbaik.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan lebih rendah dengan semua 10 saham teratas berdasarkan bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.

    Untuk pekan yang berakhir Jumat lalu, indeks Dow Jones terlihat menguat sebanyak 2,7 persen, dan S&P 500 naik 1,2 persen. Sementara Nasdaq melemah sebanyak 1,5 persen, karena Wall Street menilai kembali momentum pemulihan ekonomi.

    Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyerukan agar Amerika menjalin kerja sama untuk melawan persaingan dari Tiongkok, dengan ketegangan antara kedua negara kian memanas. Sejauh ini, hubungan kedua negara belum mendingin dan kerja sama di antara keduanya sangat penting dalam hal pemulihan ekonomi global.
     
    "Presiden Tiongkok Xi Jinping sangat bersungguh-sungguh untuk menjadi negara yang paling signifikan dan penting di dunia," kata Biden dalam sambutannya.
     
    Dia mengutip lebih dari 24 jam percakapan pribadi dan perjalanan dengan Xi, yang ditemui Biden sebagai wakil presiden selama Pemerintahan Obama. Biden mengatakan bahwa Xi dan para otokrat lainnya berpikir bahwa demokrasi tidak dapat bersaing di abad ke-21 dengan otokrasi, karena terlalu lama untuk mendapatkan konsensus.

    Ketegangan antara AS dan Tiongkok meningkat di bawah mantan Presiden Donald Trump, yang menggunakan tarif dan sanksi untuk mencoba mengatasi keluhan lama tentang praktik tidak adil Tiongkok. Hal itu termasuk mewajibkan perusahaan untuk mentransfer teknologi untuk melakukan bisnis secara lokal.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id