Hadapi 112 Dakwaan di Singapura, Ini Kata Taipan RI Kris Wiluan

    Arif Wicaksono - 06 Agustus 2020 23:52 WIB
    Hadapi 112 Dakwaan di Singapura, Ini Kata Taipan RI Kris Wiluan
    Taipan asal Indonesia Kris Taenar Wiluan menghadapi 112 dakwaan di Singapura. Foto: Straits Times/Wong Kwai Chow.
    Jakarta: Taipan asal Indonesia, Kris Wiluan, 71, merasa aneh dengan tuduhan dari pihak Singapura kepada dirinya yang diduga melakukan manipulasi harga terhadap saham KS Energy di bursa Singapura.

    Kris berpotensi ditahan dengan 112 tuduhan karena melanggar bagian 197 dari Securities and Futures Act, yang mengatur perdagangan saham dan kontrak berjangka di Singapura, karena dianggap melakukan false trading.

    Kris Wiluan yang juga pendiri dari Citramas Group mengatakan bahwa masalah ini sudah lama terjadi, yakni sekitar lima tahun lalu ketika rig KS Drilling yang disita mengakibatkan saham KS Energy Singapura jatuh.

    "Saya membantu membeli kembali saham tersebut dari karyawan-karyawan dan para pemegang saham kecil yang terkena anjloknya saham KS," jelas dia, dalam keterangan resminya, Kamis, 6 Agustus 2020.

    Dia mengaku tak ada niat untuk memanipulasi harga saham. Hal ini menurutnya murni untuk membantu pemegang saham. Selain itu, dia mengaku tak menjual kembali saham KS untuk mendapatkan keuntungan.

    "Karena ingin membantu para pemegang saham, saya mungkin melakukan beberapa pelanggaran teknis dalam pembelian saham KS, tetapi tidak pernah menyebabkan kerugian atau mendapat keuntungan dari transaksi, karena saya tidak menjual satu pun saham KS," tegas dia.

    Dia menjelaskan bahwa pembelian saham KS tidak lebih dari USD3 juta selama tiga tahun, yang sama sekali tidak menggerakkan pasar.

    "Saya tidak pernah ada niat melanggar Bagian 197 (1) (b) untuk transaksi perdagangan yang salah atau kecurangan pasar dan membuktikan bahwa Saya telah memberikan info kepada publik tepat waktu dari semua pembelian saham saya di KS Energy Ltd melalui Pacific One Energy. Saya tidak bermaksud untuk membuat informasi yang salah atau menyesatkan dari perdagangan aktif atau menaikkan harga saham," jelas dia.

    Dia menyatakan sudah membeli saham KS Energy secara transparan karena saham sudah undervalue. Langkah ini juga untuk membantu pemegang saham kecil yang telah membeli saham KS dengan tabungan mereka.

    "Saya belum pernah menjual satu saham KS Energy dan tidak mendapat keuntungan dengan cara apa pun dari pembelian saham yang menjadi subjek dakwaan. Saya akan memberikan bukti rinci pada waktu yang tepat," pungkas dia.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id