comscore

Yellen: Beberapa Tarif Tiongkok yang Diwarisi Trump Tidak Masuk Akal

Angga Bratadharma - 22 Juni 2022 13:03 WIB
Yellen: Beberapa Tarif Tiongkok yang Diwarisi Trump Tidak Masuk Akal
Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen. FOTO: AFP/Brendan
Washington: Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengatakan beberapa tarif di Tiongkok yang diwarisi dari pemerintahan mantan Presiden Donald Trump tidak masuk akal secara strategis. Kondisi itu membuat Presiden Joe Biden sedang melakukan peninjauan sebagai cara untuk menurunkan inflasi.

Mengutip The Business Times, Rabu, 22 Juni 2022, Biden mengaku sedang dalam proses mengambil keputusan tentang pelonggaran kebijakan AS terkait tarif di Tiongkok dan berencana untuk berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping segera mungkin.
Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan tingkat inflasi konsumen AS di Mei melonjak sebanyak 8,6 persen dari tahun lalu. Kondisi tersebut menunjukkan inflasi tetap tinggi dengan Federal Reserve diperkirakan kian agresif menaikkan suku bunga guna memerangi inflasi.
 
"Indeks Harga Konsumen atau Consumer Price Index (CPI) bulan lalu naik 1,0 persen dari bulan sebelumnya setelah naik 0,3 persen pada April," ungkap Biro Statistik Tenaga Kerja AS.
 
CPI Mei melonjak 8,6 persen dari tahun sebelumnya, peningkatan yang lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan 8,3 persen di April. Hal itu menandai inflasi bulan ketiga berturut-turut di atas delapan persen. Angka Maret adalah 8,5 persen.

IHK Mei adalah kenaikan 12 bulan terbesar sejak periode yang berakhir Desember 1981. IHK utama tetap lebih dari enam persen tahun ke tahun sejak Oktober tahun lalu. Meski pertumbuhan harga sudah mulai menunjukkan tanda-tanda pelonggaran, data terbaru adalah pengingat Fed memiliki jalan panjang untuk mengendalikan inflasi yang meningkat.
 
Fed menaikkan target suku bunga dana federal sebesar seperempat poin persentase dari mendekati nol pada Maret, memulai siklus pengetatannya untuk mengekang inflasi yang melonjak. Pada Mei, The Fed menaikkan suku bunga setengah poin persentase dan telah mengisyaratkan lebih banyak kenaikan setengah poin ke depan, memicu kekhawatiran resesi.
 
"Sederhananya, inflasi tetap terlalu tinggi untuk disukai Federal Reserve. Sampai inflasi terbukti menurun, kami mengharapkan FOMC (Komite Pasar Terbuka Federal) untuk melawan secara agresif dengan kebijakan yang lebih ketat," pungkas Sarah House dan Michael Pugliese, ekonom di Wells Fargo Securities.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id