G20 Tegaskan Pentingnya Kerja Sama Internasional bagi Pemulihan Ekonomi Global

    Suci Sedya Utami - 01 Maret 2021 09:52 WIB
    G20 Tegaskan Pentingnya Kerja Sama Internasional bagi Pemulihan Ekonomi Global
    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati . Foto : Medcom.



    Jakarta: Para Menteri Keuangan dan Gubenur Bank Sentral G20 menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan global melalui pendekatan multilateralisme yang lebih kuat.

    Dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20, digarisbawahi pentingnya pemulihan ekonomi yang kuat dan merata. Dalam pertemuan ini dibahas dua agenda, yaitu ekonomi global dan aksi kebijakan untuk pemulihan secara transformatif dan berkeadilan serta isu-isu sektor keuangan.






    Pemulihan ekonomi global di 2021 diperkirakan akan membaik seiring telah dimulainya pelaksanaan vaknisasi, dan relaksasi pembatasan sosial di berbagai negara. Namun, proyeksi pemulihan ekonomi masih menghadapi ketidakpastian dan belum merata di seluruh negara. Belajar dari pengalaman krisis di masa lalu, G20 menekankan pentingnya menghindari pengurangan stimulus yang terlalu dini agar proses pemulihan ekonomi dapat berjalan dengan baik.

    Dalam pertemuan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengatakan ekonomi dunia termasuk membutuhkan dukungan untuk pemulihan. Di 2021, Indonesia masih mengalokasikan belanja negara yang cukup besar untuk penanganan covid-19.  

    "Di tengah kebutuhan belanja negara yang masih besar dan penerimaan negara yang terbatas, Indonesia secara perlahan juga akan berupaya melepaskan ketergantungan ekonomi pada dukungan fiskal dan moneter dengan melakukan berbagai reformasi untuk memperkuat ekonomi ke depan,” ujar Sri Mulyani dalam keterangan resmi, Senin, 1 Maret 2021.

    Selanjutnya, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 menegaskan kembali komitmennya dalam membantu negara-negara miskin, yang menghadapi peningkatan beban utang akibat pandemi melalui restrukturisasi utang dalam kerangka Debt Service Suspension Initiative (DSSI) dan G20 Common Framework on Debt Treatment. Selain itu, G20 akan melakukan eksplorasi formulasi a Special Drawing Rights (SDRs) General Allocation dalam rangka mendukung pembiayaan global jangka panjang, dan kebutuhan devisa bagi negara-negara yang paling membutuhkan.

    Terkait perpajakan internasional, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 menggarisbawahi urgensi reformasi sistem perpajakan, yang dapat merespon tantangan globalisasi dan digitalisasi terhadap perekonomian. G20 mendorong tercapainya a global and consensus-based solution pada pertengahan 2021 ini.

    Para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 juga menegaskan kembali komitmen untuk melakukan kerja sama multilateral terkait isu perubahan iklim dan risiko lingkungan. Hal ini dilihat sebagai salah satu aspek penting dari strategi pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, inklusif, dan merata. Presidensi G20 Italia akan menyelenggarakan High Level Tax Symposium dan conference on climate pada Juli 2021.

    G20 mendukung rencana inventarisasi pelajaran dan pengalaman di masa pandemi dari perspektif stabilitas sektor keuangan. Hal ini diharapkan dapat meningkatan stabilitas dan inklusi keuangan global. G20 juga mendorong dilanjutkannya upaya penguatan sektor keuangan non-bank dan implementasi G20 Roadmap for Enhancing Cross-Border Payments, dalam rangka pengembangan layanan transaksi lintas negara yang lebih efektif, cepat, efisien dan murah.

    Selain itu, G20 mendukung usulan peningkatan pemahaman dan kesiapan sektor keuangan atas potensi risiko perubahan iklim melalui pemenuhan data gaps, dalam keperluan assessing climate related financial risks dan mendorong climate related disclosure. G20 mendukung usulan Presidensi Italia untuk mengaktifkan kembali Sustainable Finance Study Group (SFSG). Pengaktifan Kembali SFSG ini diharapkan dapat mendorong kesiapan dan kapasitas sektor keuangan dalam mendukung transisi menuju perekonomian yang berkelanjutan.

    Lebih lanjut, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 mendorong review dan update atas rencana aksi G20, sehingga merefleksikan gambaran kebijakan forward looking sebagai alat koordinasi utama negara G20, dalam menangani pandemi covid-19 dan mengakselerasi pemulihan ekonomi.

    “Kami berharap forum multilateral dapat terus mendukung upaya pemulihan global. Kami akan menggunakan instrumen fiskal dan terus bekerja sama dengan otoritas moneter untuk memastikan pemulihan yang lebih baik, kuat dan berkelanjutan,” jelas Sri Mulyani.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id