Wall Street Meroket Didorong Risalah The Fed

    Angga Bratadharma - 08 Oktober 2020 07:47 WIB
    Wall Street Meroket Didorong Risalah The Fed
    Ilustrasi. FOTO: Michael Nagle/Xinhua
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tajam pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Penguatan terjadi karena Wall Street terus mencari petunjuk tentang paket stimulus bantuan virus korona, sambil mencerna risalah yang baru dirilis dari pertemuan September oleh Federal Reserve.

    Mengutip Xinhua, Kamis, 8 Oktober 2020, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 530,7 poin atau 1,91 persen menjadi 28.303,46. Sedangkan S&P 500 naik 58,49 poin atau 1,74 persen menjadi 3.419,44. Kemudian indeks Komposit Nasdaq naik 210 poin atau 1,88 persen menjadi 11.364,6.

    Semua 11 sektor utama S&P 500 menguat, dengan sektor bahan dan konsumen masing-masing naik 2,62 persen dan 2,47 persen, memimpin kenaikan. Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian diperdagangkan lebih tinggi, dengan sembilan dari 10 saham teratas menurut bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.

    Dalam tweetnya Selasa malam (Rabu WIB), Presiden AS Donald Trump mendesak Kongres untuk menyetujui dukungan terkait bantuan kepada maskapai penerbangan dan langkah-langkah stimulus lainnya. Hal itu menghidupkan kembali harapan pasar untuk adanya tambahan paket bantuan virus korona.

    Namun dalam perdagangan reguler kemarin, pasar saham AS turun tajam dengan Dow ditutup turun lebih dari 370 poin. Hal itu terjadi setelah Trump meminta negosiator pemerintahannya untuk menarik diri dari pembicaraan bantuan covid-19 dengan Demokrat hingga setelah Pemilihan Presiden pada November.

    Sedangkan pejabat Federal Reserve AS menyatakan keprihatinannya karena pemulihan ekonomi AS dapat goyah jika Kongres gagal menyetujui kesepakatan tambahan bantuan virus korona, menurut risalah pertemuan kebijakan terbaru Fed. Bahkan, pejabat Fed percaya meski ekonomi AS pulih, tetap ada ancaman yang berkelanjutan.

    "Para peserta terus melihat ketidakpastian seputar prospek ekonomi yang sangat tinggi. Dengan arah ekonomi yang sangat bergantung pada pergerakan virus yaitu pada bagaimana individu, bisnis, dan pejabat publik menanggapinya serta pada efektivitas langkah-langkah kesehatan yang dilakukan masyarakat untuk mengatasinya," kata risalah Fed.

    Kepala Ekonom FHN Financial Chris Low menilai the Fed cukup senang dengan perkembangan pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung. Namun, kondisi itu belum sesuai dengan harapan the Fed. "Masih ada dukungan luas untuk lebih banyak bantuan fiskal, dan kekhawatiran di antara peserta tidak adanya bantuan tambahan bisa mengganggu perekonomian," kata Low.

    Adapun the Fed pada bulan lalu mempertahankan suku bunga acuan pada rekor level terendah mendekati nol persen dan memberi isyarat untuk mempertahankan kisaran target ini hingga setidaknya 2023. Langkah itu dengan harapan memberi efek positif terhadap upaya pemulihan ekonomi.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id