Powell: Ekonomi AS Masih Jauh dari Kemajuan Substansial

    Angga Bratadharma - 15 Juli 2021 09:21 WIB
    Powell: Ekonomi AS Masih Jauh dari Kemajuan Substansial
    Ketua The Fed Jerome Powell. FOTO: Graeme Jennings Pool/Xinhua



    Washington: Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan ekonomi Amerika Serikat (AS) masih jauh dari kemajuan substansial yang ingin dilihat The Fed sebelum mengurangi pembelian aset. Di sisi lain, bank sentral AS terus memantau pergerakan inflasi dengan sangat hati-hati.

    "Pada pertemuan Juni kami, Komite (Pasar Terbuka Federal) membahas kemajuan ekonomi menuju tujuan kami sejak kami mengadopsi pedoman pembelian aset kami Desember lalu," kata Powell, pada sidang di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR, dilansir dari Xinhua, Kamis, 15 Juli 2021.

     



    "Meskipun mencapai standar kemajuan lebih lanjut yang substansial masih jauh, para peserta berharap kemajuan itu akan berlanjut. Kami akan melanjutkan diskusi ini dalam pertemuan mendatang," kata Powell,

    Ia menambahkan The Fed akan memberikan pemberitahuan terlebih dahulu sebelum mengumumkan keputusan apapun yang akan diambil termasuk perubahan pembelian aset. Adapun The Fed telah berjanji untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada level rekor terendah mendekati nol, sambil melanjutkan program pembelian asetnya.

    "Pembelian program aset itu setidaknya pada kecepatan saat ini sebesar USD120 miliar per bulan sampai pemulihan ekonomi membuat kemajuan lebih lanjut yang substansial," tuturnya.

    Ditanya tentang seperti apa kemajuan lebih lanjut yang substansial, Powell mengatakan sangat sulit untuk secara tepat tentang istilah tersebut karena sulit untuk mengukur kemajuan menuju lapangan kerja maksimum, salah satu bagian dari mandat kongres Fed.

    "Ini benar-benar berbagai hal yang sangat luas, termasuk upah, pengangguran, tingkat pekerjaan, partisipasi, semua hal itu," katanya, seraya menambahkan pejabat Fed akan melakukan diskusi lagi tentang topik ini pada pertemuan Fed di dua minggu.

    Dalam laporan kebijakan moneter semi-tahunan yang diserahkan ke Kongres pekan lalu, The Fed mengatakan bahwa pandemi covid-19 terus membebani ekonomi AS dan pasar tenaga kerja, menegaskan kembali bank sentral AS akan mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar untuk mendukung perekonomian AS ekonomi.

    Powell juga mencatat bahwa data inflasi yang masuk lebih tinggi dari yang diharapkan. "Tetapi mereka sebenarnya masih konsisten dengan apa yang telah kita bicarakan bahwa pembacaan inflasi yang sangat tinggi berasal dari sekelompok kecil barang dan jasa yang terkait langsung dengan pembukaan kembali ekonomi," kata Powell.

    "Jika kita melihat bahwa inflasi tetap tinggi dan tetap lebih tinggi secara material di atas target kami untuk jangka waktu tertentu dan itu mengancam untuk mencabut ekspektasi inflasi dan menciptakan risiko periode inflasi yang lebih lama, maka kami akan benar-benar mengubah kebijakan kami untuk disesuaikan," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id