comscore

Di WEF, Mendag: Perdagangan Komoditas Dunia Perlu Ditata Ulang

Annisa ayu artanti - 25 Mei 2022 10:14 WIB
Di WEF, Mendag: Perdagangan Komoditas Dunia Perlu Ditata Ulang
Menteri Perdagangan M Lutfi. FOTO: dok Kemendag
Davos: Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi menilai perdagangan komoditas dunia harus ditata ulang. Apalagi terdapat kejadian-kejadian global seperti perang di Ukraina yang mendorong terganggu perdagangan komoditas dan memberikan imbas pada inflasi di berbagai belahan dunia.

Lutfi mengatakan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sudah sejak lima tahun lalu menyatakan bahwa perdagangan komoditas dunia perlu ditata ulang. Karena struktur dan sistem yang dominan saat ini lebih banyak dampak buruknya dibandingkan dengan manfaatnya.
"Khususnya bagi masyarakat di negara berkembang besar seperti Indonesia, Brasil, India, dan Tiongkok," kata Lutfi dalam acara World Economic Forum, Rabu, 25 Mei 2022.

Ia menjelaskan perlu perubahan mentalitas dalam memandang perdagangan bebas dunia sebagai lokomotif yang tidak bisa dilepaskan dari faktor-faktor nonekonomi. Konsep yang dikenal dengan Environment, Sustainability, and Governance (ESG) saat ini menjadi ukuran pertama dan utama bagi investor dalam menanamkan modalnya.

Konsep ESG adalah pembangunan ekonomi berbasis pemeliharaan lingkungan, pembangunan yang berkesinambungan dan tata kelola. "Kami di Indonesia percaya bahwa komitmen penuh terhadap ESG menciptakan platform untuk membangun rasa saling membutuhkan dan saling percaya antara semua negara di dunia," ucapnya.

Tidak tinggal diam

Tapi Indonesia tidak tinggal diam melihat beragam hambatan terhadap perdagangan dan perekonomian dunia. Indonesia, sebagai negara terbesar di ASEAN yang memiliki total populasi 600 juta orang saat ini bersama-sama sembilan negara ASEAN lainnya berkomitmen penuh untuk menghilangkan kendala perdagangan antar negara ASEAN sebagai kontribusi nyata ASEAN dalam meringankan beban perekonomian dunia saat ini.

Hal tersebut dilakukan sambil 10 negara ASEAN saling mendukung dalam menerapkan konsep ESG di masing-masing negara. Singkatnya, Lutfi menambahkan, ESG justru akan menjadi katalis sekaligus peluang untuk negara berkembang menjadi negara maju

"Selanjutnya dengan komitmen penuh ASEAN dalam penerapan ESG, kami berharap perekonomian ASEAN bisa semakin terintegrasi ke dalam rantai pasok utama dunia (main global supply chain)," pungkasnya.


(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id