Defisit Perdagangan AS Capai Rekor Tertinggi Baru di Maret 2021

    Angga Bratadharma - 13 Mei 2021 13:03 WIB
    Defisit Perdagangan AS Capai Rekor Tertinggi Baru di Maret 2021
    Ilustrasi. FOTO: Hector Mata/AFP



    Washington: Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) mencapai rekor tertinggi baru pada Maret 2021, karena permintaan konsumen berlanjut terkait barang-barang buatan luar negeri. Kondisi itu terjadi di tengah upaya Pemerintah AS yang terus memperbaiki ekonomi usai terhantam keras oleh pandemi covid-19.

    "Dengan putaran baru bantuan stimulus USD1.400 mengalir masuk dan ekonomi domestik terus menunjukkan perbaikan substansial, ketidakseimbangan barang dan jasa dengan seluruh dunia membengkak menjadi USD74,4 miliar," ungkap Departemen Perdagangan AS, dilansir dari CNBC International, Kamis, 13 Mei 2021.

     



    Angka itu adalah level tertinggi yang pernah ada dalam rangkaian data yang dimulai pada Januari 1992, dan mewakili peningkatan 57,6 persen dari periode yang sama tahun lalu dan lebih tinggi dari USD70,5 miliar pada Februari. Ketidakseimbangan perdagangan dengan Tiongkok meningkat lebih dari 22 persen menjadi USD36,9 miliar.

    Defisit dengan Meksiko naik 23,5 persen menjadi USD8,4 miliar. "Stimulus telah menahan pengeluaran konsumen Amerika melalui pandemi, tetapi pembatasan pada industri kontak tinggi telah mengalihkan pengeluaran konsumen dari layanan yang diproduksi di dalam negeri ke barang, yang sebagian besar diimpor," tulis Bill Adams, ekonom senior di PNC.

    Ekspor sebenarnya meningkat untuk bulan itu, naik USD200 miliar atau 6,6 persen. Tapi itu diimbangi dengan permintaan barang impor yang terus meningkat, yang meningkat 6,3 persen atau USD274,5 miliar. Defisit telah meningkat hampir 10 persen pada 2021 saja dan telah meledak dari level USD47,2 miliar pada Maret 2020.

    Sedangkan impor di 2021 meningkat 8,5 persen, sementara ekspor turun 3,5 persen. Adams mengatakan defisit perdagangan AS kemungkinan akan menurun dalam beberapa bulan mendatang seiring dengan proses pemulihan.

    "Ketika pandemi mulai terkendali di Amerika Serikat, konsumen Amerika akan menghabiskan lebih sedikit untuk barang-barang impor dan menyusutkan impor. Orang asing akan membeli lebih banyak ekspor AS karena ekonomi mereka semakin pulih," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id