Wall Street Merekah, Sektor Energi Pimpin Keuntungan

    Angga Bratadharma - 09 Oktober 2020 07:34 WIB
    Wall Street Merekah, Sektor Energi Pimpin Keuntungan
    Ilustrasi. AFP PHOTO/Bryan R. Smith
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), didukung oleh keuntungan yang solid di sektor energi. Meski demikian, para investor tetap memperhatikan perkembangan pembahasan stimulus tambahan bantuan covid-19.

    Mengutip Xinhua, Jumat, 9 Oktober 2020, indeks Dow Jones Industrial Average naik 122,05 poin atau 0,43 persen menjadi 28.425,51. S&P 500 naik 27,38 poin atau 0,80 persen menjadi 3.446,83. Indeks Komposit Nasdaq naik 56,38 poin atau 0,50 persen menjadi 11.420,98. Semua 11 sektor utama S&P 500 menguat, dengan energi naik 3,78 persen, memimpin kenaikan.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan tujuh dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.

    Investor menunggu lebih banyak petunjuk tentang tambahan stimulus AS terkait bantuan covid-19. Presiden AS Donald Trump mendesak Kongres menyetujui dukungan untuk bantuan kepada maskapai penerbangan dan langkah-langkah stimulus lainnya, yang sebelumnya membatalkan pembicaraan mengenai bantuan covid-19 dengan Demokrat hingga setelah pemilihan.

    Wall Street juga mencerna data klaim pengangguran AS yang baru dirilis. Departemen Tenaga Kerja melaporkan klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, berada di 840 ribu dalam pekan yang berakhir 3 Oktober, menyusul 849 ribu yang direvisi naik pada pekan sebelumnya.

    Sedangkan ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan klaim pertama kali untuk asuransi pengangguran berjumlah 825 ribu pada minggu lalu. Terlepas dari itu, ada harapan agar pemulihan ekonomi bisa terjadi secara maksimal dan nantinya krisis bisa segera teratasi.

    "Klaim telah stabil pada tingkat yang konsisten. Kurangnya perbaikan sejak awal Agustus menunjukkan pemulihan kehilangan momentum selama kuartal ketiga," kata Kepala Ekonom FHN Financial Chris Low, dalam sebuah catatan.

    Sementara itu, JPMorgan Asset Management berpandangan ketidakpastian yang membayangi Pilpres Amerika Serikat pada November membuat investor harus melewati 'kebisingan' itu dengan fokus pada jangka menengah. Diharapkan ketidakpastian segera berakhir guna mendukung upaya pemulihan ekonomi.
     
    "Dalam kurun waktu enam bulan mendatang kami pikir pandangan siklus (ekonomi) lebih penting daripada kebisingan di sekitar Pilpres AS," kata Ahli Strategi Multi-Aset JPMorgan Asset Management Patrik Schowitz.

    Schowitz tidak menampik banyak risiko yang menghadang di depan selama satu atau dua bulan ke depan sehingga perusahaan harus mengimbangi kondisi tersebut. "Kami telah mengurangi risiko, sedikit mengurangi ukuran pemosisian di seluruh portofolio kami. Tetapi kami belum benar-benar mengubah arah (bisnis)," pungkasnya.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id