Jadi IPO Terbesar dari Asia Tenggara, Grab Holding Berencana Listing di Nasdaq

    Arif Wicaksono - 14 April 2021 13:40 WIB
    Jadi IPO Terbesar dari Asia Tenggara, Grab Holding Berencana <i>Listing</i> di Nasdaq
    Grab. Foto : AFP.



    Singapura: Grab Holdings mengonfirmasi merger senilai USD40 miliar dengan perusahaan cangkang publik yang didukung oleh Altimeter Capital. Hal ini menandai kesepakatan terbesar yang pernah ada dengan perusahaan cek kosong. Nilai transaksi yang diusulkan Grab pada nilai ekuitas performa awal sekitar USD39,6 miliar.

    "Perusahaan gabungan tersebut berharap diperdagangkan di Nasdaq dengan simbol GRAB dalam beberapa bulan mendatang," kata Grab, dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 14 April 2021.






    Hal ini diharapkan menjadi penawaran ekuitas di pasar Amerika Serikat (AS) terbesar yang pernah ada oleh perusahaan Asia Tenggara. Perjanjian Grab dengan perusahaan akuisisi bertujuan khusus (SPAC) yang didukung oleh Altimeter Capital mencakup lebih dari USD4 miliar investasi swasta dalam ekuitas publik (PIPE).

    Investor di PIPE termasuk BlackRock, Counterpoint Global, T. Rowe Price Associates, Fidelity International, Fidelity Management and Research, Janus Henderson Investors, Mubadala, Nuveen, Permodalan Nasional Berhad, dan Temasek Holdings.

    "Merupakan kebanggaan besar bagi kami untuk mewakili Asia Tenggara di pasar publik global. Ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan kami untuk membuka akses bagi semua orang untuk mendapatkan manfaat dari ekonomi digital," kata CEO dan salah satu pendiri Grab, Anthony Tan.

    Dia mengatakan langkah itu bahkan lebih penting ketika wilayah tersebut pulih dari covid-19.

    "Strategi aplikasi super kami yang terdiversifikasi membantu mitra pengemudi kami berporos pada pengiriman, dan memungkinkan kami untuk memberikan pertumbuhan sekaligus meningkatkan profitabilitas. Saat kami menjadi perusahaan publik, kami akan bekerja lebih keras untuk menciptakan pemberdayaan ekonomi bagi komunitas kami, karena ketika Asia Tenggara berhasil, Grab juga berhasil," kata Tan.

    CEO dan pendiri Altimeter Brad Grestner mengatakan sebagai salah satu perusahaan Internet terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di dunia, Grab membuka jalur digital ke depan bagi 670 juta warga Asia Tenggara.

    Grab mengatakan keputusannya untuk menjadi perusahaan publik didorong oleh kinerja keuangan yang kuat pada 2020, meskipun terjadi pandemi. Dengan operasi di delapan negara dan 398 kota, Grab telah menjadi perusahaan rintisan paling mahal di Asia Tenggara.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id