comscore

Gerakan Womenpreneurs Memperkuat Ekosistem Bisnis Kewirausahaan

Ade Hapsari Lestarini - 01 Februari 2022 15:56 WIB
Gerakan <i>Womenpreneurs</i> Memperkuat Ekosistem Bisnis Kewirausahaan
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: dok MI/Agus M.
Jakarta: Gerakan Womenpreneurs Indonesia Networks diharapkan dapat memperkuat ekosistem bisnis kewirausahaan yang dilakukan para perempuan. Sehingga, mampu meningkatkan partisipasi perempuan dalam struktur ekonomi nasional, sekaligus pencapaian Sustainable Development Goals (SDG's).

"Selain itu, perempuan mampu berperan sebagai agent of development dalam pemberdayaan masyarakat menjadi wirausaha yang tangguh," ujar Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, dikutip dalam laman Kemenkop UKM, Selasa, 1 Februari 2022.
Menkop UKM pun mengajak kaum perempuan kalangan generasi muda milenial, khususnya mahasiswa, untuk menjadi wirausaha. Pasalnya, banyaknya jumlah wirausaha menunjukkan tingkat kemajuan suatu negara, makin tinggi jumlah wirausaha suatu negara, makin maju negaranya.

Teten mencatat, ada lebih dari 50 persen bisnis usaha mikro dan kecil Indonesia dijalankan perempuan. Sebanyak 34 persen usaha menengah, 56 persen usaha kecil, dan 52 persen usaha mikro di Indonesia dimiliki perempuan.

Tantangan wanita pengusaha

Namun demikian, Teten mengakui, terdapat berbagai tantangan yang kerap menghampiri kaum perempuan yang ingin menjadi pengusaha. Antara lain, kurangnya akses finansial (36 persen), kurangnya kepercayaan diri (30 persen), kurangnya informasi untuk memulai bisnis (32 persen), dan tidak adanya lokasi untuk menjalankan bisnis (26 persen).

Untuk itu, menurut Teten, diperlukan dukungan yang mampu menjadikan ide bisnis yang dimiliki perempuan menjadi bisnis yang sukses. "Pertama, akses untuk perangkat digital yang tepat dan mendapat dukungan. Kedua, dukungan dan saran terkait pelayanan kepada pelanggan. Ketiga, jaringan dan komunitas. Keempat, akses finansial atau pembiayaan," ulas Teten.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga menambahkan, perempuan pada nyatanya memiliki kekuatan. "Melihat dari jumlah penduduk Indonesia saja, jumlah penduduk perempuan 49,48 persen dari populasi Indonesia. Berarti kalau kita bandingkan dengan laki-laki, kita setara," ucap Bintang.

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya oleh Menteri Koperasi dan UKM, 50 persen bisnis usaha mikro dan kecil Indonesia dimiliki dan dikelola oleh perempuan. "Artinya ini adalah kekuatan perempuan," tegas Bintang.

Melihat dari segi ekonomi, data McKinsey Global Institute Analysis (2018) menyimpulkan Indonesia dapat meningkatkan PDB sebesar USD135 miliar per tahun di 2025 dengan syarat jika partisipasi ekonomi perempuan ditingkatkan.

Pelaku UMKM sebagian perempuan

Incoming Chair International  Council for Small Business Hermawan Kartajaya mengakui sebagian besar pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. "Maka dari itu, kreativitas sangat diperlukan UMKM. Tanpa kreatif, tidak akan ada inovasi. Inovasi adalah solusi baru untuk customer," jelas Hermawan.

Kemudian, lanjut Hermawan, harus ada enterpreneur yang memutuskan apakah inovasi ini bisa jalan atau tidak dengan segala macam pengambilan resiko dan kolaborasi.

"Dan akhirnya, yang menjalankan sehari-hari agar UMKM itu naik kelas adalah leader. Sehingga, urutannya jelas, yakni creativity, innovation, enterpreneurship, dan leadership," pungkas Hermawan.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id