Petani Milenial: Bisnis Pertanian Menjanjikan selama Pandemi

    Gervin Nathaniel Purba - 04 Desember 2020 21:14 WIB
    Petani Milenial: Bisnis Pertanian Menjanjikan selama Pandemi
    Acara Tik-Talk (Tani Inspiratif Kekinian Talkshow) yang dihadiri petani milenial. (Foto: Dok. Kementan)
    Jakarta: Upaya Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan regenerasi petani mulai membuahkan hasil. Hal ini terlihat mulai banyak muncul petani milenial dengan berbagai produk pertanian yang dikembangkan.

    Melalui tangan mereka, produk pertanian yang sebelumnya mendapatkan stigma tradisional, sekarang sudah lebih modern dan kekinian. Didi Kurniasandi, misalnya. 

    Petani milenial yang berkonsentrasi pada komoditas labu madu menjelaskan, pertanian adalah usaha yang tidak akan mengalami surut, karena pertanian saat ini memang dibutuhkan. Didi pun mengajak kaum muda agar terjun ke dunia pertanian. 

    "Pertanian itu sangat asik, tidak melulu dengan cangkul. Kan bisa dengan mesin atau traktor. Kita di pertanian itu harus coba dulu. 50 persen berhasil atau tidak. kalau tidak mencoba, berarti 100 persen gagal. Peluang ini sangat besar di agribisnis. Selama manusia membutuhkan makanan, pertanian pasti jaya." kata Didi, pada acara Tik-Talk (Tani Inspiratif Kekinian Talkshow) dengan tajuk Bisnis Pertanian Itu Asyik yang digelar di Gedung PIA Kementan, dikutip keterangan tertulis, Jakarta, Jumat, 4 Desember.

    Senada dengan Didi, Founder Jamu Mbak Suni, Baghcandani, menyampaikan bahwa untuk menggeluti bidang pertanian ada banyak jalan yang dilalui untuk berhasil. Salah satunya dengan menggunakan media digital marketing.

    "Sekarang digital marketing lagi naik. Kita tidak perlu mengeluarkan banyak modal. Kita e-commerce dan kita menggunakan medso. Tidak menggunakan biaya tinggi. Kita bisa aja pake influencer. Untuk menggeluti bisnis di pertanian, pasti ada jalannya. Semuanya dilakukan dari hati, karena yang keluar dari hati akan bertahan lama,” kata Baghcandani. 

    Konsep pemasaran pada penanganan pasca-panen usaha pertanian pun diulas oleh Baghcandani untuk mengubah mindset konsumen agar dapat menerima hasil olahan produk pertanian yang dihasilkannya.

    Mengembangkan varian dari jamu yang dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang, daun-daunan, kulit batang, dan buah lainnya untuk dikemas menjadi produk yang menarik.

    "Gimana caranya orang tidak takut sama jamu dan mau mencoba jamu kita. Secara psikologi, jamu kita bawa ke jamu yang rasanya enak seperti kunyit asem, beras kencur. Kita develop dengan teknik nyampur-nyampur dengan rasa kekinian," katanya.

    Pun dengan Yosef, yang menggeluti usaha sebagai tenaga profesional penyedia jasa dan konsultan hidroponik. Dia berpendapat pada saat pandemi ini, sektor pertanian adalah bidang usaha yang sangat menjanjikan bagi kaum muda.

    "Kini siapa sih yang tidak butuh pertanian. Pandemi covid-19 ini, pertanian jadi usaha yang paling menjanjikan untuk kita," kata Yosef.

    Yosef menambahkan pengembangan konsep usaha pertanian bisa digabung dan kembangkan dengan permintaan yang kekinian sesuai dengan keinginan pasar.

    "Cafe dengan desain tanaman yang enak dilihat, tidak usah yang mahal. Hidroponik di depan halaman cafe dengan hijauan dari hidroponik dan tambahan gemricik air, itu menjadi poin. Mau sayuran daun atau sayuran buah, selada, pakcoi, tomat, terong, pokoknya semua tanaman jenis buah sayur yang bisa," katanya.

    Terpisah, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan Kuntoro Boga Andri menyampaikan, bahwa petani milenial merupakan kunci utama dalam menjaga kelanjutan ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, Kuntoro beharap petani milenial dapat menjadi inspirasi bagi seluruh anak muda Indonesia.

    "Bisnis pertanian selalu menjanjikan, bahkan disaat pandemi ini. Pertanian itu penting, apalagi dengan semangat kaum muda, karena dengan semangat usaha kita dapat membangun ketahanan pangan. Semoga bisa dicontoh oleh yang lainnya,” kata Kuntoro.


    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id