UKM di Bidang Daur Ulang Plastik Punya Potensi Berkembang

    Ilham wibowo - 10 Maret 2020 19:48 WIB
    UKM di Bidang Daur Ulang Plastik Punya Potensi Berkembang
    Ilustrasi. (Foto: MI/Sumaryanto).
    Jakarta: Usaha Kecil Menengah (UKM) maupun perusahaan rintisan (startup) yang fokus mendaur ulang sampah plastik di Indonesia diyakini sangat bisa berkembang. Hingga saat ini, sektor ini belum terkelola.

    Founder dan CEO Circulate Capital Rob Kaplan mengatakan pihaknya siap mendanai UKM daur ulang plastik di Indonesia agar bisa berkembang lebih pesat. Selain mendorong pencegahan polusi sampah plastik, kucuran dana dari perusahaan pengelolaan investasi yang berbasis di Singapura ini juga ditargetkan bisa mendatangkan imbal hasil finansial.

    "Kami menyadari bahwa pencegahan aliran sampah plastik ke laut di masa yang akan datang membutuhkan pendekatan komprehensif, bukan sekadar penyediaan modal investasi," kata Rob ditemui di Hotel Mandarin, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Maret 2020.  

    Pengelolaan daur ulang plastik ini murni akan dijalankan dan dikembangkan secara bisnis berkelanjutan. Sampah plastik, kata Rob, bisa memberikan nilai tambah sebagai bahan baku beragam industri yang masih memanfaatkan potensi plastik.  

    "Kriteria UKM investasi kami kebanyakan di perusahaan daur ulang, mereka membersihkan botol plastik diolah kembali menjadi palet dan menjadi produk manufaktur. Kami dorong penggunaan kembali sampah plastik agar terus tumbuh," ungkapnya.

    Saat ini sudah ada tiga UKM daur ulang plastik di Indonesia yang menjadi calon untuk mendapatkan suntikan dana pengembangan. Rob menuturkan bahwa pendanaan tersebut juga memperhitungkan sisi keuntungan bisnis yang didapat dan memfasilitasi perusahaan secara sistemik.  

    "Kami kerja secara inkubasi, kami ingin bantu akselerasi dengan ide baru, kami punya 12 program inkubasi dan  ini tantangan besar untuk perusahaan mulai berkembang," ujarnya.

    Rob menuturkan pihaknya telah mendirikan Circulate Capital Ocean Fund sebagai pendanaan ventura pertama di dunia yang berupaya mengatasi krisis polusi plastik di Asia. Dengan nilai kelolaan investasi USD106 juta, kemitraan telah dilakukan bersama perusahaan global seperti Danone, PepsiCo, The Coca-Cola Company, Procter & Gamble, Unilever, Dow dan Chevron Phillips Chemical.

    Indonesia, lanjut dia, merupakan prioritas utama dan investasi yang terserap diharapkan dapat berkontribusi pada Rencana Aksi Nasional Gerakan Indonesia Bersih. Langkah itu pun sejalan dengan upaya dari Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Republik Indonesia yang punya target mengurangi sampah plastik laut hingga 70 persen pada 2025.

    "Circulate Capital bukan NGO atau yayasan, kami perusahaan pertama di dunia yang fokus meningkatkan infrastruktur daur ulang dan pengunaan limbah plastik," ungkapnya.     



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id