comscore

Pemuda Ini Jadi Pelopor Ekosistem UMKM Digital di Bontang

Husen Miftahudin - 05 Juli 2022 11:07 WIB
Pemuda Ini Jadi Pelopor Ekosistem UMKM Digital di Bontang
Komunitas ekosistem UMKM yang digagas Kahar Muzakkir melalui binaan Pupuk Kaltim. Foto Istimewa.
Jakarta: Kahar Muzakkir, pemuda asal Kelurahan Loktuan Bontang Utara, Kota Bontang membantu pengembangan UMKM lokal Bontang melalui ekosistem digital. Hal tersebut untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil agar tumbuh dan berkembang.

Dorongan untuk menghadirkan wadah bagi pelaku UMKM ini berangkat dari pilihan hidupnya untuk menjadi pengusaha, ketimbang menjalani profesi sesuai bidang ilmu yang dimiliki. Menurut Kahar, menjadi pengusaha merupakan jalan hidup yang diimpikan, dan telah dirintis sejak bangku perkuliahan.
"Saya bersama beberapa teman kemudian mendirikan startup digital di bidang edukasi bisnis melalui Games pada 2016, sekaligus membangun jaringan informasi perkotaan yang berisi tentang kemacetan, banjir hingga kebakaran," ujar Kahar dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 5 Juli 2022.

Selain menekuni bisnis, sepanjang 2017 Kahar juga aktif berbagi pengalaman melalui program Google Gapura Digital, yang digagas Google untuk membantu pengembangan UMKM go Digital. Kahar turut membimbing 200 lebih UMKM Kota Surabaya setiap pekan, agar para pelaku usaha kecil dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi untuk meningkatkan potensi penjualan secara digital.

"Jadi kami membimbing pelaku UMKM untuk memanfaatkan fitur yang ada di Google guna meningkatkan potensi usaha, sehingga mereka tak hanya berjualan atau promosi secara offline tapi juga online," kata Kahar.

Akhir 2018, Kahar diminta pulang kampung ke Bontang oleh orang tua untuk menjalani karir secara profesional. Melihat kecenderungan masyarakat yang merubah kebiasaan belanja langsung menjadi transaksi online selama pandemi, akhirnya dimanfaatkan Kahar dengan menghadirkan standar pelayanan prima melalui jasa kurir lokal dengan nama Bontang Ojek (Bonjek).

Melalui gagasan ini, Kahar pun mampu mengakomodasi puluhan masyarakat mendapatkan pekerjaan baru sebagai kurir Bonjek, untuk jasa pengantaran dari rumah ke rumah maupun pesan antar berbagai kebutuhan masyarakat dengan ribuan order setiap bulan.

Para pelaku usaha kecil rumahan pun akhirnya kembali bergeliat, karena tetap bisa menjual ragam produk secara online melalui media sosial, yang selanjutnya bisa diantarkan kepada pelanggan menggunakan jasa Bonjek.

"Selain memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat, kehadiran Bonjek juga untuk mensupport kebutuhan masyarakat saat pandemi termasuk usaha rumahan agar tetap produktif berjualan," tutur Kahar.
 
Baca juga: PKT Ajak Millenial untuk Berinovasi


Hal ini kemudian menarik minat PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) untuk berkolaborasi menghadirkan ekosistem digital bagi pelaku UMKM Bontang, agar kembali tumbuh dan berkembang pasca pandemi. Gagasan tersebut akhirnya dituangkan melalui inisiasi Komunitas Digital bertajuk Borneo pada awal 2022.

Kahar sebagai local heroes diamanahkan PKT membentuk suatu wadah yang bisa mengakomodasi lebih banyak pelaku UMKM lokal, dengan memanfaatkan teknologi digital untuk sarana promosi dan penjualan yang bisa diakses dengan mudah oleh masyarakat.

Melalui pembinaan PKT, akhirnya terbentuk marketplace Borneo Online Store (Borneos.co), yang memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM menjual produk sekaligus masyarakat untuk mengakses berbagai kebutuhan dalam satu wadah. Untuk mengakses Borneos.co, pelanggan juga tak perlu menginstal aplikasi di smartphone, karena marketplace yang dihadirkan berbasis website.

"Dengan pembinaan PKT, kini Borneos.co sudah memfasilitasi ratusan UMKM lokal dengan berbagai produk didalamnya," tandas Kahar.

Borneos.co sebagai suatu ekosistem digital tak hanya mewadahi penjualan dan promosi, tapi juga membekali pelaku usaha kemampuan berbisnis secara online melalui berbagai pembinaan, untuk penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Para pelaku UMKM yang bergabung di Borneos.co dibekali berbagai kemampuan untuk pengembangan bisnis, mulai dari tata cara foto produk yang menarik, cara memasarkan lewat sosial media hingga dasar-dasar bisnis seperti menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), membuat laporan keuangan, serta cara memisahkan keuangan pribadi dan bisnis.

"Bekal ini yang terus kami berikan bagi pelaku UMKM lokal, sehingga daya saing dan penjualan produk semakin meningkat dengan memaksimalkan fitur digital yang tersedia," pungkas Kahar.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id