Geliat Bisnis Tas di Tengah Pandemi

    Yurike Budiman - 22 Februari 2021 07:12 WIB
    Geliat Bisnis Tas di Tengah Pandemi
    Wanderlust Bag. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman.
    Jakarta: Banyak pelaku usaha yang berinovasi agar tetap bertahan selama masa pandemi covid-19. Salah satunya dengan memanfaatkan toko online atau daring.

    Owner Wanderlust Bag Susilo Hari Cahyono menerapkan prinsip ini. Sehingga mampu membawa produknya lebih dekat dengan konsumen melalui marketplace. Kualitas Wanderlust Bag pun diklaim tak kalah dengan merek luar negeri, lantaran beberapa tempat produksinya juga memproduksi brand luar.

    "Belum banyak brand Indonesia yang bisa tembus sampai ke pasar internasional. Saya ingin mencapainya," kata Hari, Minggu, 21 Februari 2021.

    Bisnis tas pinggang yang sudah ditekuninya selama dua tahun ini juga tak melulu soal keuntungan materi. Melalui bisnis ini, Hari turut memberdayakan warga lain agar dapat meneruskan hidup dengan keterampilan sendiri.

    "Yang lebih penting dari usaha yang berjalan dan keuntungan, apa yang kita lakukan bisa membantu perekonomian orang sekitar. Itu kepuasan tak ternilai," ujar Hari.

    Wanderlust Bag yang awalnya hanya menyediakan tas pinggang, sekarang telah mengembangkan produknya ke sling bag hingga ke cosmetic bag. "Ada beberapa model tas, di antaranya tas pinggang dengan model yang bisa dipakai pria atau pun wanita pada umumnya," kata Hari.

    Meski Wanderlust Bag ikut terpukul selama pandemi, namun Hari membuktikan ia mampu menjual produknya sebanyak 20-40 tas per hari. Bisnis tas tersebut justru berkembang hingga dapat mengirim produk dari Aceh hingga Papua. Adapun harga jual dibanderolnya sekitar Rp100 ribu hingga Rp300 ribu.

    "Wanderlust Bag bisa di posisi ini dengan selalu melakukan riset terlebih dahulu. Berbisnis susah-susah gampang, maka saya berhati-hati dalam setiap pengambilan keputusan," ujarnya.

    Meski situasi sedang sulit, dia pun tidak berhenti berupaya dan berinovasi. Hari berencana memperluas pangsa pasarnya ke model tas wanita, mengingat, 30 persen pembeli Wanderlust Bag adalah wanita.

    "Di masa pandemi yang tidak menentu ini, kami ingin membuat tempat produksi dan store sendiri di Jakarta agar bisa menekan harga produksi. Harapannya, harga bisa lebih terjangkau karena di kondisi ekonomi yang tidak menentu, pelanggan lebih pemilih dan berhati-hati ketika berbelanja," tutupnya.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id