Pandemi Covid-19

    UMKM Harus Jadi Wirausahawan Patriotik

    Suci Sedya Utami - 10 April 2020 16:37 WIB
    UMKM Harus Jadi Wirausahawan Patriotik
    Pelaku UMKM. Foto: dok MI.
    Jakarta: Ekonomi dunia terguncang akibat pandemi covid-19. Tingkat pertumbuhan ekonomi menukik tajam bahkan bisa sampai negatif.

    Banyak sektor industri besar maupun kecil sedang berusaha bertahan untuk tetap menggerakan roda bisnisnya, begitu pula dengan para usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di segala sektor.

    Indonesian Council for Small Business (ICSB) Indonesia menyoroti permasalahan tersebut dalam webinar bertajuk Strategi UMKM Bertahan di Saat Krisis via aplikasi Zoom yang diikuti oleh lebih dari 200 pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

    President ICSB Indonesia Jacky Mussry mengajak para pengusaha UMKM untuk meningkatkan kompetensi dan kapabilitasnya sekaligus menjadi wirausahawan patriotik di tengah pandemi ini. Ia bilang UMKM memberi kontribusi yang sangat besar terhadap perekonomian nasional.

    "Jika UMKM kuat, maka Indonesia akan jaya, itu sudah pasti. Oleh karena itu, tugas  para pengusaha mikro kecil menengah sekarang ini bukan sebatas pengusaha biasa, namun menjadi pahlawan bagi keluarga, komunitas, dan juga negara," ungkap Jacky dalam keterangan resminya, Jumat, 10 April 2020.

    Dia mengatakan ada tiga hal yang perlu diperhatikan para pelaku usaha yaitu strategi pemasaran, keuangan, dan branding agar mampu bertahan di masa krisis.

    VP Partnership ICSB Global Entrepreneur & Business Coach BNSP Diah Yusuf sebagai salah satu narasumber menyarankan pelaku UMKM untuk bertahan dengan berinovasi dan mengoreksi strategi pemasaran serta model bisnis yang saat ini dijalankan.

    "Perhatikan target market yang selama ini disasar apakah sudah tepat dan pikirkan cara untuk bisa menjual dengan harga lebih murah dengan kualitas yang tetap sama," ujar Diah.

    Di sisi lain, Sekjen Karwil ICSB Jabar Asep Mulyana menyoroti perihal cash flow atau arus kas. Menurut Asep fokus utama UMKM adalah bisnisnya bisa bertahan, salah satu unit dalam bisnis yang harus diselamatkan adalah keuangan.

    "Kita harus membuat keputusan bisnis yang realistis dengan memotong biaya-biaya yang tidak perlu, kita harus membuat efisien," jelas Asep.

    Customer Retention Expert TADA Ryan Pasaribu melihat bahwa bukan hanya faktor pemasaran dan keuangan bisnis yang perlu diperhatikan. Namun dari sisi pelanggan, menurut Ryan, kebiasaan masyarakat dalam membeli sesuatu berubah semenjak covid-19 melanda. Konsumen cenderung hanya akan membeli dari brand yang sudah dipercaya, dibandingkan mencoba-coba produk dari brand yang baru baginya.

    "Di masa covid-19, customer akan cenderung loyal dengan brand tertentu. Mereka akan mengurangi spending, maka brand juga harus berubah. Saat ini yang bisa dilakukan adalah stop spending marketing budget untuk mendapatkan new customer, karena mereka sudah menahan diri untuk mencoba brand atau produk baru," tutur Ryan.

    Brand owner harus bisa mengelola konsumen yang sudah dimiliki karena kecendrungan loyalitas di masa sekarang. Oleh karena itu, agar bisnis tetap bertahan juga bisa menerapkan strategi upfront payment atau pembayaran di awal untuk meningkatkan cash flow. Selain itu pebisnis juga harus memikirkan bisnis model agar bisa mendapatkan recurring revenue yaitu pemasukan yang konstan setiap bulannya.

    Webinar ini diharapkan dapat memberi insight bagi para pelaku bisnis terutama usaha mikro kecil menengah agar tetap optimistis dan realistis dalam menjalankan usahanya, sebagaimana tagline yang diusung oleh ICSB Indonesia yaitu #MenyerahBukanPilihan.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id