Muhamad Rian Buktikan Petani Bisa Raup Omzet Rp14 Miliar

    Ilham wibowo - 27 Februari 2020 18:52 WIB
    Muhamad Rian Buktikan Petani Bisa Raup Omzet Rp14 Miliar
    Muhamad Rian Buktikan Petani Bisa Raup Omzet Rp14 Miliar. Foto: Istimewa
    Jakarta: Profesi petani seringkali dipandang sebelah mata oleh milenial. Namun, tidak dengan Muhamad Rian Saputra yang berhasil mengubah paradigma bahwa petani tidak bisa sukses.

    Pada usia 29 tahun, Muhamad Rian Saputra mampu menunjukkan kelasnya sebagai petani yang bisa memasok produk pertanian ke 10 negara.

    Keberhasilan Rian memang tidak diraih secara instan.

    "Saya mulai berbisnis pada Juli tahun lalu (2018) dan sudah mengekspor ke berbagai negara dengan nilai Rp14 miliar. Adapun produk yang diekspor antara lain komoditi buah naga, manggis, jambu, cabai, pete, dan durian," ujar lelaki asal Medan ini, Kamis, 27 Februari 2020.

    Melalui website, Rian mampu memasarkan hasil pertaniannya hingga memikat para investor dari luar negeri. Bisnisnya berawal dari sekedar mengurus dokumen di kantor karantina Kementerian Pertanian (Kementan) untuk belajar prosedur ekspor.

    Tak tanggung-tanggung, investor dari Rusia bahkan sudah mengontraknya dengan nilai USD5 juta dalam kurun waktu lima tahun. Capaian manis ini mestinya bisa dilakukan pula oleh pegiat pertanian lain.

    "Yang dari Rusia ia minta 1,2 ton buah naga, 250 kg manggis, 250 kg rambutan, 250 kg salak, itu permintaan awalnya," terang Rian.

    Ke depan, Rian berharap ada bantuan dari pemerintah agar tidak perlu mencari pendanaan dari luar negeri. Ia ingin usahanya bisa bermanfaat di negeri sendiri dan membantu pertumbuhan perekonomian.

    "Saya sudah ditawari untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan saya sangat tertarik. Itu bagus sekali karena nanti saya tidak perlu menerima investasi dari luar negeri," tutup Rian.

    Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan Luar Negeri Kementan Banun Harpini mengatakan bahwa tahun ini pemerintah mengeluarkan KUR Pertanian dengan bunga rendah yakni enam persen dan tanpa agunan untuk pinjaman maksimal Rp50 juta.

    "Para petani pun mendapatkan keringanan untuk membayarnya, yakni dapat dibayar dan boleh dicicil pada saat produk pertaniannya sudah menghasilkan," ungkapnya.

    Program terobosan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ini total menyediakan dana segar Rp50 trilliun. Dengan adanya KUR tersebut, diharapkan para petani dan eksportir bisa memanfaatkannya dengan baik untuk mengembankan usaha pertanian yang dimilikinya. Sehingga kesejahteraan petani pun bisa meningkat dengan intervensi permodalan pemerintah.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id