UMKM Bisa Selamatkan RI dari Jurang Resesi

    Husen Miftahudin - 10 Agustus 2020 23:04 WIB
    UMKM Bisa Selamatkan RI dari Jurang Resesi
    Ilustrasi UMKM di Ambon. Foto: dok Pertamina.
    Jakarta: Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bisa menjadi penyelamat Indonesia dari jurang resesi ekonomi imbas wabah pandemi covid-19. Kiprah UMKM menjegal krisis sudah teruji setelah pada 1998 mampu menyelamatkan perekonomian nasional.

    Oleh karenanya Sandi meminta pemerintah untuk mempercepat penyaluran dana program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ke pelaku UMKM dan pemerintah daerah (pemda). Bila tidak, ekonomi RI yang saat ini berada di tepi jurang resesi, bakal benar-benar jatuh ke dalam jurang tersebut.

    "Selain mempercepat penyaluran dana PEN, pemerintah seharusnya juga memberi skema khusus pinjaman dengan bunga nol persen kepada delapan provinsi dengan share PDB nasionalnya tertinggi," ujar Sandi dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Senin, 10 Agustus 2020.

    Sandi meyakinkan pemerintah bahwa penyaluran dana PEN ke pelaku UMKM dan pemda bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal ketiga tahun ini. Maklum, perekonomian ekonomi domestik anjlok hingga minus 5,23 persen di kuartal II-2020.

    "Jika kuartal tiga mau selamat, harus jadikan pemda dan UMKM sebagai garda terdepan dalam penyerapan anggaran penggerak sektor riil," ucapnya.

    Di sisi lain Sandi mengapresiasi langkah pemerintah menempatkan dana lebih dari Rp40 triliun di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Namun upaya itu dirasa belum cukup untuk menopang daya beli yang terus mengalami penurunan.

    "Oleh karena itu, pasar modal menjadi alternatif pendanaan UMKM. MOU BEI (Bursa Efek Indonesia) dengan KAHMIPreneur menjadi langkah yang sangat tepat," ungkap Sandi.

    Sementara itu, anggota Komisi XI DPR Kamrussamad menyampaikan percepatan yang harus dikebut pemerintah dari program PEN adalah penyaluran anggaran kesehatan, bantuan sosial (bansos) untuk mendongkrak konsumsi masyarakat, serta dorongan pada sektor UMKM dan korporasi pada industri padat karya.

    "Pemberian BLT (Bantuan Langsung Tunai) kepada 13,8 juta pekerja non-PNS dan non-BUMN dengan gaji di bawah Rp5 juta menggunakan basis data BPJS Ketenagakerjaan selama empat bulan bisa meningkatkan daya beli pekerja seiring dengan permintaan yang masih lemah imbas pandemi covid-19," pungkasnya.

    (AHL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id