comscore

Antisipasi Risiko Tak Terduga, Pelaku UMKM Diimbau Punya Asuransi

Achmad Zulfikar Fazli - 30 Juni 2022 11:46 WIB
Antisipasi Risiko Tak Terduga, Pelaku UMKM Diimbau Punya Asuransi
CEO BRINS Fankar Umran. Dok. Istimewa
Jakarta: Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diimbau segera menyiapkan proteksi untuk meningkatkan pertumbuhan usaha. Sebab, semakin berkembang UMKM, berpotensi timbul risiko yang tidak diduga.

CEO BRINS Fankar Umran mengatakan risiko yang tidak diduga bisa menimpa UMKM dan usaha besar. Apabila tidak ada proteksi, diperlukan biaya yang cukup besar untuk menggerakkan usaha lagi.
“Misalnya pedagang bakso punya gerobak yang harganya Rp5 juta hingga Rp10 juta, yang sehari-hari digunakan untuk mencari nafkah. Ketika terjadi risiko belum tentu mereka punya dana Rp10 juta untuk segera mengganti. Padahal bisa kita proteksi oleh asuransi yang sangat murah,” kata Fankar dalam webinar Bangga UKM dalam sesi Kecil-Kecil Cabe Rawit, dikutip Kamis, 30 Juni 2022.

Selain aset, kata Fankar, asuransi bisa melindungi pengusaha kecil dan menengah apabila terjadi musibah atau kecelakaan. Transaksi jual beli juga bisa diproteksi asuransi.

“Ketika terjadi transaksi jual beli atau transaksi jual beli diimbangi dengan adanya katakanlah pembiayaan di situ, maka pembiayaan itu bisa ditalangi dan bisa diproteksi oleh asuransi, kalau misalnya pelaku usaha sudah kasih barang dan tidak dibayar, asuransi bisa membayar ganti rugi,” jelas Fankar.

Fankar menjelaskan ada tiga pilar pengembangan UMKM, yaitu pendampingan supaya mereka bisa berkembang, pengembangan berbisnis, dan proteksi. Menurut dia, pengembangan UMKM mempunyai risiko, khususnya pengembangan eksternal.

“Ketika ada bencana atau kecelakaan, pelaku UMKM biasanya mencari dana dari rentenir karena tidak punya dana cadangan," jelas dia.
 

Baca: Teten: UMKM Perempuan Ciptakan Wirausahawan Mapan Baru


Fankar mengungkapkan Ada lima juta UMKM yang datang ke rentenir untuk berbisnis. Mereka datang ke rentenir karena butuh dana cepat.

"Ini semua sebenarnya bisa dilakukan oleh asuransi bencana,” ungkap Fankar.

Data Institut Riset BRI serta Kementerian Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah, ada 71,4 juta pelaku UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia pada 2021. Angka tersebut terbagi atas 66,9 juta usaha mikro, 4,2 juta usaha kecil, dan 364 ribu usaha menengah. Namun dari data tersebut, hanya 17 persen pelaku UMKM yang memiliki asuransi mikro.

Fankar menekankan pentingnya UMKM mempunyai proteksi. Apalagi, Indonesia merupakan negara yang sering dilanda bencana. Pada 2021, ada 5.400 bencana atau 15 bencana tiap hari. Selain itu, bencana alam membuat 7,6 juta orang mengungsi dan lebih dari 700 orang meninggal.

Fankar mengungkapkan masih banyak anggapan mempunyai asuransi itu sulit. Padahal, kata dia, asuransi tidak sulit dan mudah.

"Ini merupakan salah satu dampak dari rendahnya literasi asuransi di Indonesia," ucap dia.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id