Modal Telaten Petani Hutan Klaten Menangkarkan Burung

    Media Indonesia - 01 April 2020 23:35 WIB
    Modal Telaten Petani Hutan Klaten Menangkarkan Burung
    Kepala BP2SDM Helmi Basalamah. Foto: KLHK
    Klaten: Saban dua jam meloloh (menyuapi) anakan burung jalak suren hingga 45 hari tanpa jeda merupakan kesabaran yang luar biasa. Bermodal ketelatenan menangkarkan burung itu, petani hutan di Klaten, Jawa Tengah, kini membuahkan hasil. Anakan jalak suren dari Klaten banyak diburu penggemar burung.

    "Dari ketelatenan itu pula, Kelompok Tani Hutan (KTH) AJS Sukses Bersama menjadi salah satu yang terdepan dalam budidaya burung endemik Indonesia, khususnya jalak suren," kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM (BP2SDM) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Helmi Basalamah, Rabu, 1 Maret 2020.

    Dalam menangkarkan burung, KTH AJS Sukses Bersama yang merupakan binaan BP2SDM ini menerapkan pembagian peran antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki umumnya mengerjakan pembuatan kandang, tempat makan dan minum burung, hingga perawatan atau pemeliharaan kandang. Sementara kaum perempuan, dengan sifat telatennya, meloloh anak jalak suren. 

    "Jadi, keberhasilan ini tidak terlepas dari peran besar perempuan," kata Helmi.

    KTH AJS Sukses Bersama kemudian tergabung ke dalam wanawiyata widyakarya (model usaha di bidang kehutanan) di bawah bimbingan Lembaga Pelatihan dan Pemagangan Usaha Kehutanan Swadaya (LP2UKS). KTH ini berlokasi di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. AJS Sukses Bersama berdiri pada Februari 2008 dan mulai berbadan hukum pada 18 Februari 2010. 

    KTH yang diketuai oleh Sugiharto ini sudah memiliki jumlah anggota 335 orang yang tersebar di Klaten. Pada awalnya, KTH AJS Sukses Bersama dibentuk karena adanya kesamaan tujuan untuk mempersatukan para penangkar burung di wilayah Klaten. Mereka juga berembuk untuk menyetarakan harga burung, khususnya harga piyik (anakan burung). 

    Melihat potensinya yang besar, KTH AJS Sukses Bersama lantas mengajukan permohonan fasilitasi wanawiyata widyakarya ke BP2SDM KLHK. Mereka lantas mendapatkan fasilitasi tersebut pada 2015.

    Dengan menyandang status sebagai wanawiyata widyakarya, AJS Sukses Bersama sering menerima kunjungan. Baik kunjungan dengan tujuan belajar teknik penangkaran burung dan studi banding, maupun penelitian mahasiswa. 

    Sejumlah anggotanya juga bahkan sering diundang menjadi narasumber pada berbagai pelatihan. Materi yang disampaikan mulai dari teknik pembuatan kandang, pemilihan jenis kelamin burung, budidaya burung jalak suren, jalak bali, cucak rowo, murai batu, sampai pemeliharaan anakan burung serta pemasarannya.

    Arisan anakan burung

    Untuk menjaga kekompakan, anggota kelompok ini membentuk arisan anakan burung jalak suren. Jumlah anggota arisan mencapai 140 orang. Setiap anggota arisan membayar anakan burung satu ekor. Dalam setiap penarikan, keluar nama tujuh orang, sehingga satu orang mendapatkan 20 anak burung. 

    Kalau tidak punya anakan burung maka anggota membayar uang dengan jumlah seharga anakan burung jalak suren. Harga tersebut sekaligus sebagai harga kesepakatan anakan burung jalak suren. 

    "Wanawiyata Widyakarya AJS Sukses Bersama ini ternyata dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Ini dibuktikan dengan kondisi sosial ekonomi mereka yang semakin membaik. Bahkan, ada petani yang dapat membiayai anaknya sampai ke perguruan tinggi," kata Helmi.

    Wanawiyata Widyakarya AJS Sukses Bersama mendapatkan pembinaan dari BKSDA Jawa Tengah berkaitan dengan izin penangkaran dan izin pengedar tumbuhan dan satwa liar. Anggota AJS juga aktif mengikuti program pemerintah, antara lain program pelepasliaran burung yang sesuai ketentuan.



    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id