Berkah Covid, Usaha Berkebun Hidroponik Semakin Diminati

    Gervin Nathaniel Purba - 19 Mei 2020 17:54 WIB
    Berkah Covid, Usaha Berkebun Hidroponik Semakin Diminati
    Dari yang sebelumnya bisa memasang empat instalasi hidroponik, saat ini meningkat menjadi delapan pemasangan. (Foto: Dok. Kementan)
    Bogor: Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat masyarakat tetap berada di rumah selama pandemi covid-19 memberikan keberkahan sendiri bagi petani milenial Andriano dan Aziz. 

    Kedua sekawan ini inisiatif mendirikan Saung Sayur Sehat (S3) Farm khusus bidang usaha hidroponik setelah lulus dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor pada 2019.

    S3 Farm menawarkan sayuran hidroponik segar, instalasi hidroponik, staterkit hidroponik, bibit sayuran hidroponik, dan produk turunan sayuran hidroponik. Aziz mengakui selama pandemi covid-19 justru bisnis hidroponiknya mengalami peningkatan permintaan. 

    “Konsumen terbatas untuk keluar rumah dan mencari kesibukan di rumah, karena itu permintaan pemasangan instalasi hidroponik jadi meningkat,” ujar Aziz, dikutip keterangan tertulis, Selasa, 19 Mei 2020. 

    Dia menuturkan, dari yang sebelumnya bisa memasang empat instalasi hidroponik, saat ini meningkat menjadi delapan pemasangan. Artinya, permintaan naik hingga 100 persen.

    Aziz bersama ketiga rekannya menjalankan bisnis ini di Jalan Ciaul, Kp Jambuluwuk RT/RW 04/01, Desa Bojongmurni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Mereka memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk penjualan produk S3 Farm. Untuk sayuran segar, S3 Farm mensuplai permintaan di sekitar wilayah Bogor, Depok, hingga Jakarta. 

    Pengembangan bisnis ini tidak lepas dari program yang dicanangkan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), yaitu Program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP). 

    Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meyakini anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa mempunyai peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. “Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia,“ ujar Syahrul, beberapa waktu yang lalu. 

    epala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan, penumbuhan petani pengusaha milenial melalui pendidikan vokasi menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkembangkan minat generasi milenial akan dunia pertanian.

    "Pertanian merupakan garda terdepan. Sudah saatnya generasi milienial melanjutkan tongkat estafet pembangunan pertanian,” kata Dedi.

    (ROS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id