Pengusaha RI Masih Rendah, Pelatihan Kewirausahaan Harus Terus Digenjot

    Ade Hapsari Lestarini - 07 Juni 2021 17:55 WIB
    Pengusaha RI Masih Rendah, Pelatihan Kewirausahaan Harus Terus Digenjot
    Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury. Foto: dok BTN.



    Jombang: Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury menuturkan pelatihan kewirausahaan di Indonesia perlu didorong lebih intensif. Pasalnya, dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia masih merupakan negara yang tingkat kewirausahaannya masih relatif rendah sekitar empat persen dibandingkan total jumlah penduduk.

    Menurut dia, Singapura jumlah wirausahanya sudah mendekati angka kisaran 10 persen. Dibandingkan dengan negara-negara lain, tentunya Indonesia membutuhkan peningkatan jumlah wirausaha yang sangat sigifikan.

     



    "Karena semua sektor bisa dikembangkan, tentunya membutuhkan adanya para wirausaha-wirausahawan yang nantinya akan menjadi para pemegang atau motor dengan investasi di masing-masing negara," kata dia, dikutip Senin, 7 Juni 2021.

    Peningkatan jumlah wirausaha, lanjut Pahala, sejalan dengan keinginan Presiden Joko Widodo, yang ke depannya Indonesia diharapkan bisa memiliki total jumlah wirausahanya bisa mendekati angka sekitar 14 persen. Upaya ini tentu perlu dorongan banyak pihak, salah satunya BUMN.

    "BUMN tentunya merupakan bagian dari masyarakat yang bukan hanya kita diharapkan hanya bisa menciptakan laba saja, tetapi BUMN juga memiliki peran-peran lain seperti memberikan nilai sosial bagi masyarakat Indonesia yang lebih lagi, karena kala tidak, enggak ada bedanya pengusaha swasta dengan BUMN," jelasnya.

    Pahala menegaskan, dengan visi tersebut salah satu dari lima fokus pengembangan BUMN ke depannya yakni bisa menciptakan nilai ekonomi. Salah satu sektor yang memberikan nilai ekonomi yang tinggi adalah sektor perumahan.

    Sejalan dengan itu, Pahala mengapresiasi program BTN Santri Developer yang diyakini bisa mencetak para pengusaha properti yang berasal dari kalangan santri. Program yang digagas PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) ini bekerja sama dengan Perkumpulan Masyarakat Profesional Nahdliyin (Nusantara Utama Cita/NU Circle).

    "Tentunya ini merupakan acara spesial bisa diselenggarakan di pesantren Tebuireng di Jombang. Kegiatan BTN Santri Developer Kebangsaan 2021 dengan tujuan utama bagaimana BTN bersama-sama dengan NU bisa mengembangkan para developer di pesantren-pesantren dan ini merupakan inisiatif yang sangat baik," ujar Pahala, saat Pembukaan Pelatihan BTN Santri Developer Kebangsaan 2021 di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu, 5 Juni 2021 lalu.

    Menurut Pahala, rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar, namun masih cukup banyak masyarakat di Indonesia yang belum bisa memiliki rumah saat ini. Hadirnya developer-developer dari pesantren, khususnya yang berasal dari para santri merupakan satu inisiatif yang diharapkan dapat ditingkatkan ke depannya.

    Untuk itu, ke depannya insiatif ini dapat terus dijalankan oleh BTN bersama-sama NU Circle. "Jadi tentunya penyediaan rumah merupakan salah satu kebutuhan mendasar, di sisi lain di Indonesia kita ketahui pengembangan dari wirausahawan merupakan salah satu kebutuhan yang perlu terus ditingkatkan," ungkapnya.

    Pahala mengungkapkan, adanya pandemi covid-19 yang mengharuskan masyarakat menjaga jarak atau social distancing menimbulkan kebutuhan masyarakat yang lebih besar lagi mengenai makna dari rumah. Sehingga hal ini menjadi tantangan bagi para pelaku usaha perumahan agar masyarakat Indonesia bisa memiliki hunian yang sehat dan juga bisa terhubung secara digital.

    "Karena seperti yang kita ketahui saat ini hampir tidak ada kegiatan yang tidak bisa dilakukan secara digital termasuk juga webinar, pengembangan bisnis dan lain-lain sebagainya," jelas dia.

    Menurut Pahala, sektor perumahan memiliki tingkat kandungan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) termasuk yang paling tinggi dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya seperti genteng, kusen, atap dan lain-lain sebagainya. Produk tersebut sebagian besar komponennya diproduksi di industri yang ada di Indonesia.

    "Nah untuk itu makanya sektor perumahan salah satu sektor yang kita harapkan bisa dikembangkan oleh BUMN, termasuk dalam hal ini oleh BTN yang memang salah satu fokus pengembangannya bagaimana bisa melakukan pengembangan di sektor perumahan," pungkas Pahala.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id