ESDM: BBM Satu Harga Bukti Keadilan Energi

17 Mei 2018 00:51 wib
Mobil tangki Pertamiina siap mendistribusikan bahan bakar minyak
Mobil tangki Pertamiina siap mendistribusikan bahan bakar minyak (BBM) satu harga ke wilayah perbatasan Indonesia di Kalimantan Barat. (Foto: MI/Aries Munandar).

Jakarta: Pemerintah Joko Widodo terus berupaya mewujudkan kedaulatan energi bagi seluruh rakyat Indonesia, di antaranya dengan menetapkan satu harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Tanah Air. Dengan menerapkan kebijakan BBM Satu Harga, seluruh rakyat diklaim merasakan keadilan di bidang energi. 

"Pasal 5 Pancasila itu menggambarkan BBM itu satu harga. Kan tidak fair rakyat Indonesia di timur beli lebih mahal, sementara ekonominya lebih rendah dibanding di Jakarta, ini tidak sesuai energi berkeadilan," kata Inspektur Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Akhmad Syakhroza dalam dikusi 'Membangun Kedaulatan Energi Pasca-Reformasi' di Jakarta, Graha PENA 98, Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.

Kebijakan BBM Satu Harga, lanjut Akhmad, merupakan program Presiden Jokowi demi mewujudkan kedaulatan energi sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945 dan sila kelima Pancasila. "Sila kelima Pancasila ini kami jabarkan dengan tagline 'Energi Berkeadilan'," ujarnya.

Baca juga: Program BBM Satu Harga Tahun Ini Ditargetkan Rampung Kuartal III

Pada penjabaran Pasal 33 dan sila kelima Pancasila, tata kelola di bidang energi harus membuat industri berjalan baik, kompetitif, dan kredibel. "Itu prinsip yang dipegang kementerian ini," tegas dia.

Untuk mendukung itu, Menteri ESDM Ignasius Jonan memerintahkan seluruh jajarannya agar kebijakan energi yang dikeluarkan harus membuat industri berjalan baik, kompetitif, dan kredibel. Sehingga porsi anggaran Kementerian ESDM bisa lebih banyak dinikmati oleh rakyat. 

Di sisi lain, kebijakan itu juga harus menjaga investor agar betah menanamkan investasinya di Indonesia. Sebab, negara punya keterbatasan dalam hal anggaran, teknologi, dan beberapa hal lainnya.

"Akibat dari kebijakan ini, maka banyak aturan yang dipangkas supaya investasi ini mudah. Hal-hal terkait perizinan itu, beberapa aturan sektoral kami hilangkan, sederhanakan lagi karena kita memperbaiki investasi agar investasi tidak berbelit-belit dan lama," ungkapnya.


(HUS)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.