Indonesia-UEA Sepakati Bentuk Joint Commission Percepat Realisasi Investasi

    Annisa ayu artanti - 30 Oktober 2017 20:56 WIB
    Indonesia-UEA Sepakati Bentuk <i>Joint Commission</i> Percepat Realisasi Investasi
    Kilang Cilacap. ANT/IDHAD.
    medcom.id, Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Uni Emirate Arab menyepakati pembentukan Joint Commision untuk mempercepat realisasi investasi. Khususnya sektor energi.

    Hal itu disampaikan Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Dadan Kusdiana melalui keterangan tertulisnya bahwa pada hari kedua kunjungan kerja Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar, ia bertemu dengan CEO of Saudi Fund for Development, H.E Al Khateeb dan Penasehat Senior Menteri Industri, Energi dan Mineral Arab Saudi, Dr Nasser A Al-Dossary.

    Pada pertemuan tersebut lima hal yang akan ditindaklanjuti oleh kedua belah pihak. Pertama, Pembentukan Joint Commission Ministry Level antara Republik Indonesia (RI) dan pemerintah Arab Saudi, untuk menindaklanjuti seluruh bentuk kerja sama yang belum terlaksana. Hal ini untuk mempercepat realisasi investasi ke Indonesia.

    Kedua, Indonesia akan mendorong percepatan penyelesaian proyek RDMP Kilang Cilacap yang akan dikerjakan oleh PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco.

    Ketiga, Pemerintah Arab Saudi diharapkan dapat memberikan harga impor minyak mentah (Arab Light) lebih rendah dari Saudi Aramco ke Pertamina. Keempat, Pemerintah Arab Saudi diharapkan dapat membantu pembelian langsung LPG dari Saudi Aramco untuk Pertamina dimana kebutuhan LPG secara total sebesar 6 juta ton per tahun. Adapun porsi LPG dari Saudi Aramco sebesar 13 persen.

    Kelima, Pemerintah Arab Saudi diharapkan dapat memberikan penerbitan izin usaha avtur refuelling di bandara Jeddah untuk Pertamina.

    Lalu pada hari berikutnya, Arcandra juga bertemu dengan Undersecretary, Ministry of Energy, UAE, H.E. Matar Hamed Al Neyadi. Mereka menyepakati pengawasan akan realisasi kerja sama antara Masdar dan PLN/PJB terkait pembangunan Floating PLTS di Cirata agar sesegera mungkin dapat ditandatangani PPA.

    Pemerintah UAE diharapkan dapat membantu untuk pembelian langsung LPG dari Pertamina kepada ADNOC, Hal ini dikarenakan sebagian LPG Indonesia berasal dari UAE. Kemudian, Mubadala Petroleum berharap agar peraturan perpajakan skema Gross Split dapat segera diterbitkan.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id