MAGHRIB 17:47

    Untuk Jakarta dan sekitarnya

    IMSAK 04:25
    SUBUH 04:35
    DZUHUR 11:53
    ASHAR 15:14
    ISYA 18:59

    Download Jadwal Imsakiyah

    Jonan Minta PLN Jamin Pasokan Listrik Aman Selama Pemilu

    Suci Sedya Utami - 12 April 2019 13:17 WIB
    Jonan Minta PLN Jamin Pasokan Listrik Aman Selama Pemilu
    Menteri ESDM Ignasius Jonan saat meninjau ke PLN Depok. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya)
    Depok: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta PT PLN (Persero) mengawasi kesiapan pasokan listrik dalam rangka menyambut hari pencoblosan pemilihan umum (Pemilu) 2019 yang dilakukan pada 17 April 2019.

    Hal tersebut diutarakan Jonan saat kunjungan ke PLN Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa Bali di Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat. Dalam kunjungan tersebut Jonan didampingi oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana.
    "Saran saya dicek detail terutama untuk tanggal 17 dilaksanakan serentak di seluruh nusantara. Tolong ada monitoring hingga unit paling rendah," kata Jonan, Jumat, 12 April 2019.

    Mantan Direktur Utama KAI ini juga meminta sebelum 17 April, PLN terus menjalin komunikasi aktif dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat dan KPU Daerah terkait persiapan kelistrikan apa saja yang masih kurang. Jonan meminta agar pengecekan dilakukan khususnya hingga daerah terpencil yang selama ini sulit dijangkau.

    Sementara itu PLN melaporkan perkiraan beban kondisi pasokan tenaga listrik selama periode Pemilu Serentak (H-7 sampai dengan H+7) untuk sistem kelistrikan Jawa-Bali berada pada kondisi pasokan cukup.

    Direktur Bisnis Regional Bagian Tengah PLN Amir Rasyidin menggunakan pada 17 April 2019, beban listrik diproyeksikan mengalami penurunan menjadi sebesar 15.571 megawatt (mw) untuk beban puncak siang hari dan sebesar 22.895 mw untuk beban puncak malam hari atau mengalami penurunan sekitar 12-29 persen. Penurunan terjadi juga dikarenakan karena pada tanggal tersebut menjadi hari libur nasional yang mana aktivitas perkantoran pun diliburkan.

    "Secara sistem kita cukup. Beberapa pembangkit kita padamkan karena memang enggak dibutuhkan. Sekitar 1.000 mw dipadamkan," tutur Amir.

    Amir mengatakan ada beberapa upaya yang dilakukan PLN P2B Jawa Bali dalam menyiapkan dan menyiagakan pemenuhan pasokan listrik menjelang pemilu antara lain:

    - Menetapkan Siaga Pemilu Presiden dan legislatif 2019 pada 17 Maret hingga 24 April 2019.
    - Menyiapkan SOP Khusus Sistem Tenaga Listrik Jawa Bali periode Pemilu Presiden dan legislatif 2019.
    - Menyiapkan kecukupan pasokan daya dan cadangan sistem.
    - Menyiapkan pembangkit dan transmisi agar andal dengan mengatur jadwal pemeliharan pembangkit dan transmisi di luar masa siaga Pemilu pilpres.
    - Melakukan Piket Siaga dan Pelaporan Kondisi Sistem Jawa Bali.
    - Meningkatkan kesiagaan, menjaga Keandalan dan Kualitas Pasokan Listrik pada semua Tempat Pemungutan Suara (TPS).
    - Tidak melakukan pekerjaan/pemeliharaan yang dapat mengganggu pasokan listrik kecuali pekerjaan perbaikan yang disebabkan gangguan.
    - Meningkatkan koordinasi operasi antara Unit Pembangkit, Penyaluran, dan Distribusi.
    - Meningkatkan koordinasi dengan aparat terkait untuk menjaga keamanan instalasi.
    - Apabila terjadi gangguan yang mengakibatkan kondisi defisit daya, akan diusahakan agar dampak sosial ke masyarakat minimum.
    - Untuk sistem kelistrikan dengan status siaga akan diupayakan dengan Captive Power.

    "Kalau untuk pasokan batu bara cukup cadangan 20 hari, gas juga siap kita punya cadangan satu kargo di Muara Tawar," jelas Amir.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id