PGN Usul PPN Dihapuskan Demi Harga Gas USD6/MMBTU

    Suci Sedya Utami - 03 Februari 2020 18:26 WIB
    PGN Usul PPN Dihapuskan Demi Harga Gas USD6/MMBTU
    Ilustrasi PGN. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
    Jakarta: PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mengusulkan penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) dalam pembelian gas di sektor hulu. PPN merupakan salah satu faktor yang diperhitungkan dalam pembentukan harga gas ke konsumen.

    PPN dianggap menjadi salah satu komponen yang membuat harga gas industri dinilai masih mahal. Pemerintah pun hingga kini masih mencari cara untuk bisa menurunkan harga gas industri menjadi USD6 sekitar Rp83.784 per Million British Thermal Unit (MMBTU).

    "Kami usulkan penghapusan PPN, kami menjual gas dan kami enggak membebankan PPN. Maka biaya-biaya setelahnya kayak PPN LNG kami usul dihapuskan," kata Direktur Utama PGN Gigih Prakoso dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 3 Februari 2020.

    Selain itu Gigih juga mengusulkan penghapusan iuran gas pipa. Ia bilang apabila iuran tersebut dibebaskan maka pihaknya lebih leluasa untuk menambah infrastruktur gas. Artinya uang iuran tersebut bisa dialihkan untuk membangun infrastruktur.

    "Lalu kami usulkan penghapusan iuran gas bumi kami akan alihkan untuk pembangunan infrastruktur," tutur Gigih.

    Mantan Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko Pertamina ini mengatakan komponen pembentuk harga gas di antaranya yakni harga beli gas ditambah biaya transmisi serta distribusi. Harga gas dari sektor hulu berkontribusi 70 persen dari pembentukan harga.

    "Harga beli hulu kami berkontribusi 70 persen. Transmisi 13 persen dan biaya distribusi 17 persen," jelas dia.

    Sebelumnya PGN menyatakan membutuhkan alokasi gas sekitar 320 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd) untuk memenuhi kebutuhan gas industri dalam negeri. Hal ini dilakukan sebagai cara agar bisa memperoleh alokasi gas dengan harga khusus untuk menopang kebutuhan industri.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id