Revisi UU Migas Tunggu Parlemen Baru

    Suci Sedya Utami - 14 Juni 2019 14:29 WIB
    Revisi UU Migas Tunggu Parlemen Baru
    Illustrasi - - Dok : AFP
    Jakarta: Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto menilai revisi Undang-Undang (UU) Migas tidak bisa selesai pada masa sidang DPR periode ini.

    Pembahasannya baru bisa berjalan pada periode parlemen baru. Hal ini dikarenakan sisa masa kerja anggota DPR saat ini tidak efektif untuk melanjutkan pembahasan.

    "Sekarang nanggung, tunggu DPR baru periode berikutnya. Sebetulnya kita menunggu diundang rapat. Mana undangannya bahas RUU? Belum ada," kata Djoko di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Juni 2019.

    Kendati dibahas oleh anggota DPR baru, substansi materi yang dibahas masih tetap sama. Hanya saja prosedural atau tata cara pembahasannya kemungkinan dilakukan dari awal.

    "Tata tertib DPR itu kalau program yang sudah diajukan sekarang (pembahasannya) berganti yang baru maka yang lama akan mulai dari nol lagi," tutur dia.

    Djoko menambahkan pemerintah saat ini masih memfinalisasi daftar inventarisasi masalah (DIM). Karena itu, ia akan memasukan skema bagi hasil gross split dalam DIM tersebut.

    Selain itu, sikap pemerintah terhadap usulan pembentukan badan atau lembaga yang membawahi migas masih sama, yakni memisahkan antara otoritas hulu dan hilir dalam hal ini Satuan Kerja Khusus Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas) dan Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas.

    Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menargetkan pembahasan revisi Undang-undang Minyak dan Gas (Migas) bisa selesai sebelum pergantian kabinet pemerintahan.
     
    Anggota Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy mengatakan pembahasan tertunda lantaran banyaknya kesibukan di masa pemilu. Dia menjelaskan parlemen akan mengusahakan agar setelah April atau di masa sidang selanjutnya pembahasan tersebut dimulai kembali.
     
    "Mungkin karena ini pemilu jadi pending, mudah-mudahan setelah pemilu bisa dikebut, bisa selesai di masa periode bakti sekarang, sebelum September," kata Tjatur ditemui di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 21 Maret 2019.



    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id