Harga Batu Bara Acuan September Anjlok Lagi ke USD65,79/Ton

    Suci Sedya Utami - 10 September 2019 11:41 WIB
    Harga Batu Bara Acuan September Anjlok Lagi ke USD65,79/Ton
    Ilustrasi. FOTO: dok MI.
    Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga batu bara acuan (HBA) untuk September 2019 sebesar USD65,79 per ton.

    Harga tersebut mengalami penurunan signifikan sebesar USD6,88 per ton dibanding bulan sebelumnya yang sebesar USD72,67 per ton. Penurunan ini kembali terjadi setelah bulan sebelumnya menguat tipis untuk pertama kalinya sebesar USD0,75 per ton, usai sembilan bulan sebelumnya berturut-turut selalu tersungkur.

    Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengatakan peningkatan produksi batu bara di Tiongkok dan India menyebabkan pembatasan impor batu bara dari Indonesia oleh kedua negara tersebut.

    "Berdasarkan kondisi pasar global, penyebab turunnya harga batu bara acuan September yang signifikan ini dipengaruhi oleh peningkatan produksi dalam negeri Tiongkok dan India," kata Agung dalam keterangan resminya, Selasa, 10 September 2019.

    Selain itu masih berlanjutnya perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat juga menyebabkan menurunnya permintaan batu bara dari Eropa. Akibatnya berpengaruh pada harga batu bara yang menurun.

    Agung menjelaskan penetapan HBA merujuk pada index pasar internasional. Terdapat empat index yang dipakai Kementerian ESDM yakni Indonesia Coal Index (ICI), New Castle Global Coal (GC), New Castle Export Index (NEX), dan Platts59.

    Adapun bobot masing-masing index sebesar 25 persen dalam formula HBA. Artiannya pergerakan harga batu bara dipengaruhi oleh pasar internasional.

    Secara berurutan, harga batu bara sempat berada di kisaran USD100,89 per ton pada Oktober 2018. Kemudian, harganya merosot menjadi USD97,90 per ton pada November dan sebesar USD92,51 per ton pada Desember 2018.

    Penurunan harga pun berlanjut ke 2019. Harga batu bara tercatat sebesar USD92,41 per ton pada Januari, kemudian USD91,80 per ton pada Februari, dan turun lagi menjadi USD90,57 per ton pada Maret, USD88,85 per ton di April, lalu USD81,86 per ton di Mei, dan USD81,86 per ton di Juni, serta penurunan drastis berlanjut di Juli. Harga batu bara sempat meningkat tipis di Agustus sebesar USD72,67 per ton.

    Sebelumnya, Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menuturkan kenaikan harga di Agustus kemarin sulit diprediksi terus terjadi hingga akhir tahun. Pasalnya jumlah permintaan dunia belum meningkat sedangkan jumlah produksi terus naik. Dia menyebut pelaku usaha khawatir pada pergerakan harga di kuartal keempat nanti. Hal ini lantaran adanya penambahan produksi.

    "Takutnya Tiongkok mengurangi impor di kuartal empat," tambah dia.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id