Baru Kesepakatan Lisan, Perpanjangan Kontrak Inpex Blok Masela di 2018

    Annisa ayu artanti - 20 Oktober 2017 11:07 WIB
    Baru Kesepakatan Lisan, Perpanjangan Kontrak Inpex Blok Masela di 2018
    Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: MTVN/Annisa Ayu)
    medcom.id, Lombok: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan telah menyepakati perpanjangan kontrak Inpex Corporation di Lapangan Abadi, Blok Masela dalam kunjungan kerjanya ke Jepang beberapa waktu lalu.

    Namun Jonan menegaskan jika perpanjangan tersebut baru sekadar kesepakatan lisan antara pemerintah Indonesia dengan Inpex. Karena, tutur Jonan, perpanjangan kontrak tersebut baru akan dilakukan pada tahun depan.

    "Iya diperpanjangnya memang tahun depan, ini cuma kesepakatan lisan saja," kata Jonan saat ditemui di area PLTGU Lombok Peaker, NTB, Jumat 20 Oktober 2017.

    Jonan menjelaskan, kesepakatan yang terbentuk bersama CEO Inpex Corporation, Toshiaki Kitamura itu mempertimbangkan waktu konstruksi pengembangan Blok Masela yang memakan waktu sekitar tujuh tahun. Sementara kontrak akan habis pada 2028.

    "Kalau tidak diperpanjang bagaimana? Kan sisa sepuluh tahun, wong bangunnya saja tujuh tahun," jelas dia.

    Di sisi lain, mengenai lokasi yang mana juga menjadi satu kesepakatan saat bertandang ke negeri Sakura, bukan lah sebagai bentuk insentif. Dia mengakui, pemerintah memberikan keleluasaan kepada Inpex untuk memilih lokasi tempat pembangunan kilang LNG darat. Namun demikian, Jonan tidak menyebut lokasi pembangunan kilang akan dilakukan di mana.

    "Enggak, kita tetap akan tentukan atas usulan mereka," imbuh dia.

    Baca: Pemerintah Perpanjang Kontrak Blok Masela hingga 20 Tahun

    Sebelumnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, setelah melakukan kunjungan kerja ke Jepang, Kementerian ESDM menyepakati tiga poin dalam hal pengembangan Lapangan Abadi, Blok Masela.

    Pertama, pemerintah tetap meminta Inpex untuk mengembangkan LNG di darat sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo.

    Kedua, pemerintah akan memberikan perpanjangan 20 tahun kepada Inpex ditambah dengan tujuh tahun sebagai kompensasi atas perubahan pengembangan kilang LNG dari skema terapung menjadi darat.

    Ketiga, pemerintah memberikan keleluasaan kepada Inpex untuk memilih sendiri lokasi tempat pembangunan kilang LNG darat tersebut.

    Toshiaki mengatakan pemberian perpanjangan kontrak 20 tahun sebagai kompensasi mengubah skema pengembangan kilang terapung menjadi kilang darat.

    "Keputusan terkait Inpex ini, akan memberikan perpanjangan 20 tahun kepada Inpex karena sudah hampir habis masa kontraknya. Ditambah dengan 7 tahun sebagai kompensasi mengubah skema pengembangan kilang terapung menjadi kilang darat," tambah Toshiaki.

    Saat ini, Inpex sedang melakukan kajian prapendefinisian proyek atau pre front end engineering design (pre-FEED) setelah menerima surat perintah kerja dari SKK Migas.

    Pascakunjungan Menteri ESDM ke Jepang pada 16 Mei 2017, telah disepakati bahwa pre-FEED dilakukan dengan satu opsi kapasitas produksi dan satu pulau. Adapun, pada surat perintah disebutkan bahwa kapasitas kilang LNG ditetapkan 9,5 mtpa dan produksi gas pipa sebesar 150 mmscfd.

    Pra-FEED akan menjadi tahapan penting untuk memformulasikan revisi rencana pengembangan lapangan (PoD). Seperti diketahui, sebelumnya revisi PoD dilakukan untuk menambah kapasitas produksi LNG ketika masih menggunakan skema kilang terapung.

    Blok Masela yang ditandatangani 1998 dikelola oleh Inpex sebagai operator dengan kepemilikan saham 65 perseb dan Shell Upstream Overseas Services sebesar 35 persen. Pemerintah Indonesia berharap agar Inpex bisa segera memulai proyek lapangan gas tersebut.

     



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id