Pemerintah Imbau Badan Usaha Beli Solar Milik Pertamina

    Suci Sedya Utami - 16 Juli 2019 10:24 WIB
    Pemerintah Imbau Badan Usaha Beli Solar Milik Pertamina
    Ilustrasi (Foto: Media Indonesia)
    Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau agar badan usaha penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) membeli solar kepada PT Pertamina (Persero). Rekomendasi ini menjadi salah satu cara untuk menghemat anggaran ketimbang harus membeli solar dari luar negeri atau impor.

    Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan pembelian solar milik Pertamina juga tentu mempertimbangkan pasokan di dalam negeri. Apabila Pertamina memiliki pasokan solar berlebih, badan usaha dapat melakukan penjualan secara business to business dengan Pertamina.

    Namun apabila stok solar Pertamina habis, badan usaha diperkenankan untuk impor. "Yang teken rekomendasi (impor) kan saya. Sebelum diteken, saya akan suruh negosiasi dulu dengan Pertamina, selama barangnya ada bisa B to B," kata Djoko, di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta Pusat, Senin malam, 15 Juli 2019.

    Djoko mengatakan selama ini pasokan solar Pertamina jenis cetane number 48 berlebih, sehingga badan usaha lain dapat memanfaatkan pasokan dalam negeri. Namun ia menegaskan, negosiasi bisa dilakukan sepanjang spesifikasi solar yang dibutuhkan oleh badan usaha sesuai dengan milik Pertamina.

    Pihaknya akan menyeleksi pemberian izin impor solar industri dengan ketersediaan dalam negeri. Adapun badan usaha yang melakukan impor untuk solar dengan cetane number 51 dimungkinkan untuk diberikan izin, mengingat Pertamina juga kekurangan pasokan.

    "Kalau cetane 48 Pertamina kelebihan, dengan Pertamina B to B. Kalau yang cetane 51 boleh impor," tutur dia.

    Sebelumnya, PT AKR Corporindo Tbk (AKR) mengaku penyaluran subsidi solar tidak lagi menguntungkan setelah mengikuti formula harga yang baru. AKR pun menghentikan penjualan solar subsidi di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) sejak 12 Mei 2019.

    Sebab, penjualan solar subsidi dianggap tidak lagi ekonomis sejak diterbitkannya formula harga subsidi solar yang baru. Alih-alih mengubah formula harga, pemerintah justru menyarankan AKR membeli solar subsidi dari Pertamina. Pemerintah yakin harga solar yang dibeli dari Pertamina lebih murah ketimbang impor solar.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id