Pertamina Power Indonesia dan IP Kolaborasi Garap IPP Jawa-1

    Medcom - 08 Oktober 2019 17:37 WIB
    Pertamina Power Indonesia dan IP Kolaborasi Garap IPP Jawa-1
    Ilustrasi. FOTO: MI/Bagus Suryo
    Jakarta: Teka-teki kerja sama strategis antara dua anak perusahaan BUMN Indonesia yakni Pertamina Power Indonesia (PPI) dan Indonesia Power (IP) akhirnya terungkap. Proyek prestisius dengan tiga penghargaan internasional, yaitu mega proyek terintegrasi LNG FSRU-IPP Jawa-1 merupakan proyek PPI pertama yang masuk dalam kesepakatan kerja sama antara PPI dan IP.

    Tidak ditampik, langkah-langkah strategis yang  dilakukan oleh PPI memang selalu mengejutkan industri kelistrikan Indonesia. Apalagi, masuknya Pertamina ke bisnis kelistrikan melalui PPI sempat disalahartikan publik sebagai ajang persaingan baru kedua perusahaan pelat merah tersebut yakni Pertamina dan PLN.

    Dalam kesempatan terpisah, menanggapi pertanyaan mengapa kedua perusahaan yang dianggap bersaing tersebut sekarang justru berkolaborasi, President  Director dan CEO PPI Ginanjar menegaskan bahwa PPI tidak pernah bersaing dengan IP dan juga anak-anak perusahaan PLN lainnya.

    "Tolong itu teori-teori kolonialisme dan devide et Impera (adu domba), teori imperialisme. Di Indonesia, kita adalah suplementary PLN dan kolaborator anak perusahaan PLN. Di dunia internasional, kita tentunya akan selalu membawa expertise IP," tegas Ginanjar, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa, 8 Oktober 2019.

    Berdasarkan informasi yang beredar disebutkan pembahasan dan kesepakatan pimpinan puncak PPI dan IP salah satunya dalam pembentukan JV dan Operation & Maintenance (O&M) proyek IPP Jawa-1.

    Informasi itu tentu tidak mengherankan lantaran Direktur Utama dan CEO PPI Ginanjar menyatakan bisnis kelistrikan merupakan teknologi yang sepenuhnya harus mampu ditangani anak bangsa. Hal tersebut lantaran IP sudah mempunyai pengalaman dalam O&M pembangkitan.

    IPP Jawa-1 yang dipimpin PPI menggunakan teknologi terkini GE dengan IP merupakan pemilik dan tentunya akan menjadi operator proyek pembangkit Tambak Lorok (800MW) yang juga menggunakan teknologi yang sama di IPP Jawa-1, yaitu 9HA.02. Ini merupakan contoh kolaborasi yang sempurna.

    Kerja sama kedua perusahaan anak negeri ini juga merambah dan diperluas ke kerja sama bisnis internasional, yaitu Proyek IPP Bangladesh (1.200 MW) yang saat ini sedang dikembangkan oleh PPI. Informasi yang beredar menegaskan kerja sama di proyek Bangladesh ini bukan hanya di bidang O&M.

    Namun IP juga masuk sebagai pengembang bersama PPI, yang merupakan pimpinan konsorsium, serta anggota lainnya dari perusahaan domestik Bangladesh. Pembahasan mengenai ikut sertanya IP sebagai anggota konsorsium proyek Bangladesh ini sebenarnya sudah dilakukan jauh sebelumnya, yaitu saat IP dipimpin Sripeni Inten, yang saat ini jadi Plt Dirut PLN.
     



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id