KESDM Beberkan Rahasia Defisit Migas Bisa Ditekan

    Suci Sedya Utami - 13 Juli 2019 13:35 WIB
    KESDM Beberkan Rahasia Defisit Migas Bisa Ditekan
    Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (MI/ROMMY PUJIANTO)
    Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim defisit perdagangan di sektor minyak dan gas (migas) menurun. Menurut Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar upaya-upaya yang dilakukan pemerintah berhasil menurunkan angka defisit di sektor migas.

    Bila melihat data Badan Pusat Statistik (BPS), defisit migas periode Januari-Mei 2019 lebih kecil dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Pada periode tersebut di 2018 defisit migas tercatat sebesar USD5,12 miliar. Sementara Januari-Mei tahun ini hanya sebesar USD3,76 miliar.

    Arcandra mengatakan berkurangnya defisit tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang mengimplementasikan kewajiban penggunaan biodiesel 20 persen (B20) untuk kegiatan Public Service Obligation (PSO) dan nonPSO. Serapan B20 dalam setahun sebesar 6 juta kilo liter (KL). Artinya penggunaan B20 bisa menekan penggunaan solar yang selama ini banyak diimpor.

    "Ini penyumbang utama impor berkurang," kata Arcandra di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Jumat malam, 12 Juli 2019.

    Kemudian pembelian minyak mentah (crude) yang merupakan jatah Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang awalnya untuk diekspor. Sejak awal tahun ini, Pertamina diwajibkan untuk menyerap crude KKKS dalam negeri

    "200 ribu barel per hari jatah kontraktor asing, 135 ribunya sudah dibeli Pertamina. Sisanya belum, ini untuk kurangi defisit," ujar Arcandra.

    Langkah lainnya yang akan ditempuh dan kini sedang dalam masa uji coba yakni penggunaan B30. Arcandra yakin penggunaan biodiesel akan mengurangi impor solar.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memperingatkan menteri Kabinet Kerja meningkatkan kinerja di sektor ekonomi. Pasalnya, defisit neraca perdagangan Indonesia dari Januari hingga Mei 2019 mencapai USD2,14 miliar. Secara khusus, pesan ditujukan Jokowi kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan.
     
    "Januari-Mei ada defisit USD2,14 miliar. Coba dicermati angka ini dari mana, kenapa impor sangat tinggi. Migas juga naiknya besar sekali. Hati-hati di migas Pak Menteri ESDM, Bu Menteri BUMN, karena paling banyak ada di situ," kata Jokowi dalam sidang kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Senin, 8 Juli 2019.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id