PLN: 'Kopassus' P2B Masih Berfungsi

    Suci Sedya Utami - 12 Agustus 2019 12:52 WIB
    PLN: 'Kopassus' P2B Masih Berfungsi
    Ilustrasi. (FOTO: dok PLN)
    Jakarta: Direktur Pengadaan Strategis II PT PLN (Persero) Djoko R Abumanan menyatakan tim Pusat Pengatur Beban (P2B) perusahaan pelat merah tersebut masih berfungsi.

    Bahkan saat insiden blackout atau pemadaman yang terjadi akibat gangguan sistem kelistrikan pekan lalu pun, kata Djoko, tim P2B masih bekerja. Hal ini sekaligus merespons pertanyaan mantan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan yang menanyakan keberadaan tim khusus tersebut.

    "Oh ada. Pak Dahlan saja yang sudah enggak pernah ke PLN. Sampai hari ini juga jalan," kata Djoko ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin, 12 Agustus 2019.

    Djoko mengatakan P2B layaknya Air Trafic Controller (ATC) dalam dunia penerbangan yang mengatur lalu lintas di udara. P2B berperan mengatur keluar masuknya arus listrik.

    Baca juga: Dahlan Iskan: Ke Mana 'Kopassus' P2B PLN?

    Selain P2B, Djoko juga menegaskan tim patroli internal yang melakukan pengawasan terhadap potensi kendala di area infrastruktur listrik juga masih berfungsi. Seperti diketahui dugaan awal dari insiden pemadaman pada Minggu lalu yakni karena adanya pohon yang memiliki tinggi melebihi batas sehingga menyentuh transmisi dan berakibat mengganggu sistem kelistrikan.

    "Ada tetap ada, kan jalan (tim patroli) itu," jelas Djoko.

    Sebelumnya, Dahlan mempertanyakan komando pasukan khusus atau Koppasus P2B PLN. Pasalnya, padamnya listrik pada Minggu, 4 Agustus 2019 lalu sudah menggegerkan masyarakat Indonesia. Khususnya mereka yang bertempat tinggal di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan sebagian Jawa Tengah.

    Dalam tulisannya bertajuk "Sengon 1 Triliun", Dahlan Iskan mempertanyakan "Kopassus" PLN yang pernah dibentuk untuk memelihara Saluran Utama Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).

    "Ke mana pasukan 'Kopassus'-nya P2B? Yang dibentuk dulu itu? Yang bisa memelihara SUTET tanpa harus mematikan sistem itu? Dibubarkan? Tidak diteruskan? Tidak cukup? Tidak dikembangkan? Tidak ada anggaran?" tanya dia dalam tulisannya yang dipublikasikan dalam laman pribadinya, disway.id, seperti dikutip Medcom.id, Rabu, 7 Agustus 2019.

    Baca juga: PDKB, Pasukan Elit Milik PLN

    Dahlan kemudian menceritakan, peresmian pasukan tersebut dilakukan secara besar-besaran di Monas, Jakarta Pusat. Dia menuturkan saat itu juga dilakukan demonstrasi cara memelihara SUTET, tanpa mematikannya.

    "Memang sangat berisiko. Peralatannya khusus. Bajunya khusus. Kepandaiannya khusus. Karena itu kita juluki 'Kopassus'-nya PLN," ujar dia.

    Dia menceritakan, PLN mempunyai departemen khusus yang bernama P2B. Fungsinya, untuk mengatur seluruh sistem listrik di Jawa. Sudah pasti, kata Dahlan, diisi oleh orang-orang istimewa yang sangat ahli dibidang kelistrikan.

    "Saya menyebutnya 'otak'-nya listrik. Lembaga itulah yang mengatur seluruh sistem di Jawa. Kadang saya dikritik. Terlalu mengistimewakan P2B. Saya tidak peduli. Saya sudah biasa mengistimewakan redaksi. Dalam seluruh organisasi surat kabar,"  papar Dahlan.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id