Tanah Terkontaminasi di Blok Rokan Dilimpahkan ke SKK Migas

    Suci Sedya Utami - 21 Januari 2020 07:35 WIB
    Tanah Terkontaminasi di Blok Rokan Dilimpahkan ke SKK Migas
    Ilustrasi. FOTO: SKK Migas
    Jakarta: PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) menyatakan pemulihan sisa tanah terkontaminasi minyak bumi dari kegiatan operasi-produksi di Blok Rokan bakal menjadi tanggung jawab Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Hal ini menyusul masa kontrak CPI akan segera berakhir pada pertengahan tahun depan.

    Tanah terkontaminasi minyak bumi merupakan lahan yang terkena tumpahan, ceceran atau kebocoran penimbunan limbah minyak bumi yang tidak sesuai dengan persyaratan dari kegiatan operasinal sebelumnya.

    Presiden Direktur CPI Albert Simanjuntak menjelaskan tanah terkontaminasi minyak merupakan dampak dari operasi masa lalu yang sebenarnya dimasukkan dalam mekanisme cost recovery. Setiap tanah yang terkontaminasi minyak apabila ingin dimasukkan sebagai biaya dalam cost recovery harus mendapatkan izin dari Kementerian KLHK serta persetujuan dari SKK Migas.

    "Mereka kontrol seberapa banyak tanah yang terkontaminasi, baru kita bisa laksanakan," kata Albert, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 20 Januari 2020.

    Ia mengatakan sebenarnya awal 2018 CPI telah melaporkan agar diizinkan menyelesaikan pemulihan tanah terkontaminasi minyak sebelum kontraknya di blok tersebut berakhir. Sebab CPI telah melakukan inventori terhadap tanah di titik-tikik mana saja yang terkontaminasi, serta meminta agar SKK menyetujui besaran anggaran pemulihan tersebut.

    Hanya saja SKK Migas membatasi anggaran yang bisa dimasukkan dalam cost recovery, sehingga tidak semua anggaran yang dirancang oleh perusahaan mendapat persetujuan SKK Migas. "Lalu bagaimana tanggung jawab untuk lokasi yang tidak selesai (dipulihkan). Lokasi yang enggak selesai (disepakati) untuk dikasih ke SKK Migas," ucap Albert.

    Lebih lanjut, Albert mengatakan, CPI tetap memastikan menjaga agar tidak eksposure minyak tidak meluas. CPI mengklaim pihaknya tetap berkomitmen untuk bertanggung jawab terhadap pemulihan tersebut tentunya dengan berkomunikasi bersama SKK Migas dan juga PT Pertamina (Persero) sebagai operator Blok Rokan selanjutnya.

    Tanah terkontaminasi minyak ini dianggap penyebab cost recovery membengkak. Mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar pernah mengatakan guna menekan biaya operasional di hulu migas yang dibebankan pada negara dengan mekanisme cost recovery, yakni salah satunya dengan menekan biaya operasional di Blok Rokan.

    Menurut Arcandra besarnya cost recovery di Blok Rokan disebabkan oleh cara pembersihan tanah terkontaminasi minyak (TTM) di blok tersebut. Arcandra menjelaskan misalnya saja pada 2017 ada sebagian tahah di blok tersebut yang terkontaminasi oleh minyak sehingga harus dibersihkan dengan cara dibawa ke tempat pengolahan limbah di Cibinong.

    Dia menjelaskan untuk mengirimkan tanah tersebut dari Riau ke Cibinong memerlukan biaya yang tidak sedikit yang dihitung sebagai cost recovery. "Sebagian besar tanah harus dibawa ke Cibinong dan ada cost difference USD800 juta-USD1 miliar, itu kenapa bikin cost recovery (bengkak)," kata Arcandra.

    Arcandra mengatakan mulai 2019 pembersihan tanah yang terkontaminasi minyak akan dilakukan di Riau tanpa harus memindahkan ke Cibinong sehingga tidak memakan biaya operasional. "Ini sudah setuju dan ditaruh di dekat Rokan. Enggak harus ke Cibinong," jelas dia.

    Berdasarkan data Kementerian ESDM, CPI merupakan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) penyumbang limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan volume terbesar yakni 30.791 ton dari aktivitas operasinal sepanjang 2018. Total biaya pengelolaan limbah tersebut mencapai USD4,63 juta.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id