SKK Migas Dorong Survey Migas Gunakan Pesawat Udara

    Nia Deviyana - 28 Januari 2020 18:28 WIB
    SKK Migas Dorong Survey Migas Gunakan Pesawat Udara
    SKK Migas Dorong Survey Migas Gunakan Pesawat Udara. Foto: Dok. SKK Migas
    Jakarta: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) mendukung implementasi teknologi mutakhir untuk mendukung industri hulu migas, termasuk didalamnya untuk kegiatan eksplorasi.

    Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan potensi hulu migas di Indonesi masih besar, karena dari 128 cekungan yang mengandung minyak atas gas, baru 20 cekungan yang sudah berproduksi, 35 cekungan dalam eksplorasi, dan 73 cekungan masih menunggu untuk di eksplorasi.

    Karakteristik cekungan migas di Indonesia yang tersebar di berbagai daerah dengan topografi dan ketersediaan infrastruktur yang berbeda, membutuhkan pilihan-pilihan penggunaan teknologi dan peralatan pendukung untuk melakukan eksplorasi.

    "Industri hulu migas harus adaptif terhadap perkembangan teknologi. SKK Migas telah menempatkan teknologi sebagai salah satu pilar pada lima transformasi Hulu Migas, seperti integrated operation center (IOC) yang telah diresmikan 31 Desember 2019 yang lalu," ujar Dwi melalui keterangan resminya, Selasa, 28 Januari 2020.

    Dwi menuturkan, industri hulu migas sebagai industri padat modal dan sarat teknologi dituntut untuk terus melakukan inovasi dan membuat terobosan baru, serta senantiasa berpikir out of the box dalam pengelolaan operasional hulu migas.   

    Sebagai contoh SKK Migas memberikan dukungan atas berbagai inovasi yang dilakukan oleh KKKS Repsol untuk mendukung keberlanjutan industri migas. Saat ini, Repsol South East Jambi B.V. bekerjasama dengan CGG (Company General DuGeophisic) Aviation Indonesia menggunakan pesawat udara yang didesain khusus untuk melaksanakan survei udara.

    "Dengan penggunaan peralatan yang sarat dengan teknologi mutakhir untuk membaca permukaan tanah, tujuan penemuan cadangan baru minyak dan gas bumi diharapkan meningkat," jelasnya.

    Melalui metode ini, akan didapat dengan cepat data-data eksplorasi migas untuk dieksplorasi, salah satunya adalah penentuan lokasi kegiatan seismik, yang nantinya kemungkinan berkembang dalam penentuan lokasi sumur eksplorasi migas.

    Kepala SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian selatan, Adiyanto Agus Handoyo, mengatakan, dalam pelaksanaan survey udara menggunakan pesawat, KKKS Repsol memastikan semua aspek keselamatan dan lingkungan dan memenuhi ijin-ijin yang diperlukan sebagaimana yang berlaku di industri hulu migas.

    "Beberapa keunggulan survei menggunakan pesawat udara antara lain tingkat keamanan yang tinggi, minimnya gangguan yang ditimbulkan serta tidak menimbulkan potensi yang dapat merusak lingkungan karena akan dilakukan melalui udara dan akan dilakukan dalam tempo jangka waktu yang  pendek.

    Sebelumnya Repsol berhasil mendapatkan cadangan gas dari hasil pengeboran sumur Kaliberau sebanyak dua kali di Blok Sakakemang.  Dari pengeboran tersebut, Repsol berhasil menemukan cadangan gas sebesar 2 triliun kaki kubik (TCF) di blok Sakakemang yang merupakan salah satu giant discovery di dunia di tahun 2019. Keberhasilan ini memacu Repsol untuk semakin agresif dalam mencari temuan migas di wilayah kerjanya.



    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id