Cadangan Daya Diatasi 30%

Kebocoran Gas di Bojonegara Tidak Berpengaruh ke Sistem Kelistrikan

Kautsar Widya Prabowo - 10 Juli 2018 12:40 wib
Ilustrasi. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan).
Ilustrasi. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan).

Jakarta: PT PLN (Persero) Transmisi Jawa Bagian Barat (TJBB) memastikan bahwa kebocoran pipa gas bawah laut milik China Nasional Offshore Oil Corporation (CNOOC) di perairan Bojonegara, Banten tidak berpengaruh pada sistem kelistrikan, meski ada penurunan daya sebesar 350 megawatt (mw).

General Manager TJBB Trino Erwin menjelaskan tidak berpengaruhnya terhadap kelistrikan lantaran cadangan daya PLN masih di atas 30 persen.

"Tidak berdampak, reserve margin (cadangan daya) kita masih di atas 30 persen, tidak berpengaruh dan tidak ada pemadaman," ujarnya usai melakukan apel siaga kesiapan listrik Jakarta untuk Asian Games di APP Cawang, Jakarta Timur, Selasa, 10 Juli 2018.

Ia menambahkan saat ini sistem yang ada di Jawa hingga Bali sudah terkoneksi, sehingga jika ada salah satu sistem yang tidak dapat memikul beban yang ada, sudah ada jaringan yang stand by untuk menyuplai.

"Ada penurunan daya, dia (gas) keluar kemudian dilakukan untuk pemeliharaan, perbaikan tetapi dengan adanya pembangkit lain yang masuk sistem Jawa-Bali makan reverse margin kita 30 persen sudah aman," tambahnya.

Senada, Kepala Divisi Operasi Regional JBB Bima Putrajaya menjelaskan dampak dari kebocoran tersebut selain tidak menganggu kelistrikan, juga tidak mengganggu lingkungan, lantaran pipa gas yang bocor sudah ditutup. Sedangkan untuk perbaikan dari CNOCC diperkirakan memakan waktu dua minggu.

"Penurunannya di Cilegon ini kira-kira 350 mw tapi cadangan di Jawa ini 530 mw, jadi masih cukup dengan keluarnya itu," imbuhnya.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto sebelumnya mengatakan saat ini pihaknya masih mengonfirmasi mengenai insiden tersebut pada pihak-pihak terkait. "Saya suruh staf buat cek, ini lagi dicek dulu," kata Djoko di Kompleks Parlemen, Senayan.

Djoko pun tidak mau berkomentar lebih jauh termasuk mengenai dampak dari kebocoran pipa gas bawah laut itu. Dia memilih untuk menunggu hasil konfirmasi yang tengah dilakukan.

"Belum tahu dampaknya, jangan ngomongin itu dulu. Kami lagi konfirmasi dan segera di update," jelas Djoko.

 


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.