Harga Jual Gas Industri Dipangkas Bisa Gerus Saham PGN

    Ade Hapsari Lestarini - 07 Februari 2020 09:55 WIB
    Harga Jual Gas Industri Dipangkas Bisa Gerus Saham PGN
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) diprediksi tertekan sebagai imbas dari dampak penurunan harga gas industri. Bahkan, saham PGN ditaksir bisa merosot.

    Kepala Riset Trimegah Sekuritas Sebastian Tobing mengatakan investor yang mengoleksi saham perseroan diprediksi akan merugi, sehingga kondisi ini akan memengaruhi investor saham yang memiliki saham di sejumlah BUMN lainnya.

    "Para investor butuh kepastian investasi, baik investasi secara langsung atau yang melalui pasar bursa dan sebagainya. Ini logika sederhana, jika pemerintah saja bisa memerlakukan BUMN secara semena-mena dengan memangkas keuntungan badan usaha, bagaimana dengan swasta?" ujar dia, dalam keterangannya, Kamis, 6 Februari 2020.

    Sebastian mengungkapkan tahun lalu ketika PGN akan menaikkan harga jual gas industri, perseroan telah memberi tahu kalangan industri beberapa bulan sebelumnya. "Namun sehari sebelum pelaksanaan kenaikan harga, pemerintah langsung membatalkan rencana kenaikan harga tersebut," ujar dia.

    Dia menambahkan hal ini bukan menjadi jaminan jika harga gas industri diturunkan maka industri akan langsung tumbuh dengan pesat. "Tidak ada yang bisa jamin jika harga gas industri turun maka otomatis industri akan meningkat," kata Sebastian.

    Sebastian menjelaskan analisa perkembangan saham emiten berkode PGAS ini. Dia mengilustrasikan spread rata-rata harga gas PGN adalah USD2,32 per MMBTU. "Jika spread-nya diturunkan menjadi USD2 per MMBTU, maka pada tahun ini EBITDA perseroan akan turun menjadi USD914 juta, lalu laba bersih hanya USD187 juta, dan target harga saham PGN akan turun menjadi Rp1.500 per lembar saham," jelas Sebastian.

    Spread adalah selisih antara harga beli gas dengan harga jual gas. Kondisi PGN akan terus tertekan jika spread-nya menjadi USD1,5 per MMBTU. "EBITDA-nya akan turun lagi menjadi USD749 juta, laba bersih USD91 juta, dan target harga menjadi Rp800 per lembar saham," jelasnya.

    Sebastian memastikan jika spread PGN kembali terkoreksi menjadi di bawah USD1 per MMBTU, maka Price Earning/PE (analisis fundamental yang menggambarkan seberapa besar investor menilai/menghargai suatu saham) dapat tinggal satu digit dan saham PGAS bisa terjun bebas di level Rp460 per lembar saham.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id