2020, Pertamina Bidik Laba Bersih Rp30,99 Triliun

    Suci Sedya Utami - 29 November 2019 07:38 WIB
    2020, Pertamina Bidik Laba Bersih Rp30,99 Triliun
    Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati. FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin
    Jakarta: PT Pertamina (Persero) menargetkan peningkatan laba bersih di tahun depan menjadi USD2,2 miliar atau setara Rp30,99 triliun. Target tersebut tumbuh sebanyak 10 persen dibandingkan dengan target di 2019 yang sebesar USD2 miliar.

    Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR mengatakan kenaikan target tersebut ditopang oleh kinerja produksi minyak dan gas bumi (migas) Pertamina, yang yang juga ditargetkan naik dari 906 ribu barel ekuivalen minyak per hari (bopd) menjadi 923 ribu bopd.

    "Untuk tahun depan produksi migas Pertamina dipatok 923 ribu barel setara minyak per hari (boepd). Dengan perincian produksi minyak mencapai 430 ribu barel per hari (bph) dan produksi gas sebesar 2.857 juta kaki kubik per hari (mmscfd)," kata Nicke, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 28 November 2019.

    Selain itu juga didorong oleh pergerakan harga minyak mentah Indonesia (ICP) serta kurs mata uang. Sekretaris Perusahaan Pertamina Tajudin Noor mengatakan target pertumbuhan laba terjadi karena ada berbedaan ICP pada 2020. Tahun ini, ICP dalam APBN 2019 dipatok sebesar USD70 per barel.

    Sementara tahun depan tercatat USD63 per barel dan kurs sebesar Rp14.400 per USD. Sedangkan untuk total volume penjualan produk minyak ditargetkan mencapai 90,83 juta kiloliter (KL). Namun, di sisi lain, Pertamina menargetkan pendapatan senilai USD58,33 miliar atau lebih rendah dibandingkan dengan target pendapatan tahun ini senilai USD58,85 miliar

    "Jadi kan kalau laba penjualan dan biaya, selama penurunan pendapatan lebih kecil dibandingkan penurunan biaya tidak masalah," kata Tajudin.

    Terkait penjualan BBM korporat, Pertamina menargetkan penjualan BBM naik menjadi 23,43 juta KL pada 2020 atau tumbuh 5,3 persen dibandingkan dengan target tahun ini sebesar 22,38 juta KL. Selain pertumbuhan BBM korporat, Pertamina juga memperkirakan adanya peningkatan penjualan biosolar atau solar bersubsidi sebesar 17,02 juta KL.

    Sementara kuota dalam RAPBN 2020 sebesar 15,31 juta KL. Pertumbuhan penyaluran juga terjadi di elpiji tabung tiga kilogram (kg) yang diproyeksi bertumbuh menjadi 7,22 juta metrik ton dari prognosa 2019 sebesar 6,94 juta metrik ton.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id