Pemerintah Bisa Hemat Rp30 Triliun untuk Subsidi LPG 2019

    Suci Sedya Utami - 16 Juli 2019 11:24 WIB
    Pemerintah Bisa Hemat Rp30 Triliun untuk Subsidi LPG 2019
    Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
    Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi penyerapan anggaran subsidi liquified petroleum gas (LPG) 3 kilogram (kg) hingga akhir tahun berada di bawah pagu yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 yang sebesar Rp75,22 triliun.

    Dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan dengan melihat realisasi hingga Mei yang sebesar Rp19,20 triliun, hingga akhir tahun serapan anggaran subsidi LPG diperkirakan sebesar Rp44,16 triliun.

    Hal tersebut dikarenakan harga propane dan buthane 50:50 sebesar USD360 per metrik ton CP Aramco. Menurutnya, harganya berbeda jauh dibandingkan dengan tahun lalu, senilai USD500 per metrik ton CP Aramco.

    "Januari sampai Mei realisasi subsidi Rp19,2 triliun. Sementara Juni-Juli angkanya Rp6 triliun. Artinya Januari sampai Mei subsidi Rp4 triliun per bulan rata rata. Sedangkan Juni-Juli Rp3 triliun per bulan. Perkiraan Agustus sampai September di bawah Rp3 triliun per bulan, atau Rp2,75 triliun per bulan," kata Jonan di Kompleks, Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin malam, 15 Juli 2019.

    Secara volume, hingga Mei subsidi LPG 3 kg mencapai 2,80 juta metrik ton. Hingga akhir tahun diperkirakan sebesar 6,85 juta metrik ton atau lebih rendah dari besaran di APBN yang sebesar 2,98 metrik ton.

    Sementara itu, Pelaksana Tugas Dirjen Migas Djoko Siswanto mengatakan kendati ada prediksi penurunan penyaluran subsidi, harga jual di masyarakat tidak berubah. Saat ini, harga LPG 3 kg di masyarakat sebesar Rp4.250 per kg.

    "Jadi kan istilahnya dengan begitu menghemat subsidi hingga Rp30 triliun kan itu," kata Djoko.

    Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan tidak terganggu adanya penurunan harga CP Aramco. Menurutnya, kendati penyaluran subsidi turun, volume gas LPG 3 kg yang disalurkan tetap sesuai perkiraan.

    "Enggak apa-apa untuk kami. Kan volumenya tetap," kata Nicke.

    Di sisi lain mengenai usulai subsidi tertutup untuk LPG 3 kg, Jonan mengatakan hal tersebut menjadi tantangan. Sebab pedagang kakil lima dan industri kecil menengah seperti tukang gorengan dan lain sebagainya menggunakan LPG tabung melon tersebut. Para pedagang tersebut mobile atau keliling tidak menetap di suatu tempat. Sehingga pendataannya akan lebih sulit.

    "Memang soal subsidi tertutup tantangannya soal data, memang enggak bisa semu, tukang masak memasak kan mobile, kalau disubsidi tertutup mereka bagaimana?" ucap Jonan.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id