Sepanjang Januari, Penerimaan Migas Capai Rp13,55 Triliun

    Suci Sedya Utami - 21 Februari 2019 19:23 WIB
    Sepanjang Januari, Penerimaan Migas Capai Rp13,55 Triliun
    Ilustrasi. (FOTO: AFP)
    Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan negara dari sektor minyak dan gas (migas) sepanjang Januari 2019 mencapai Rp13,55 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari penerimaan pajak serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

    Mengutip data Kemenkeu, Kamis, 21 Februari 2019, penerimaan pajak di sektor migas sebesar Rp6,27 triliun. Realisasi tersebut sebesar 9,48 persen dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBN) 2019 sebesar Rp66,15 triliun. Capaian tersebut tumbuh atau naik 38,23 persen dibanding periode yang sama di tahun lalu.

    Sementara itu realisasi PNBP Sumber Daya Alam (SDA) migas sebesar Rp7,28 triliun atau 4,56 persen dari target Rp159,78 triliun. Realisasi tersebut lebih rendah 1,45 persen bila dibandingkan Januari 2018.

    "Penurunan penerimaan SDA Migas tersebut antara lain disebabkan karena lebih rendahnya realisasi ICP (harga minyak mentah Indonesia) periode Januari 2019 sebesar USD56,55 per barel, dibandingkan realisasi ICP Januari 2018 sebesar USD65,59 per barel," demikian bunyi keterangan Kemenkeu.

    Namun ICP tersebut mengalami kenaikan USD1,74 per barel dibanding Desember 2018. ICP Desember tercatat sebesar USD54,81 per barel.

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kenaikan juga terjadi pada harga minyak nasional Sumatera Light Crude (SLC) menjadi USD57,46 per barel. SLC naik sebesar USD1,83 per barel dari Desember yang mencapai USD55,63 per barel.

    Tim harga minyak Kementerian ESDM menyebut kenaikan harga ICP dan SLC tersebut sejalan dengan kenaikan harga minyak mentah utama di pasar internasional pada Januari 2019 bila dibandingkan bulan sebelumnya.

    Sedangkan untuk periode tersebut, tercatat Dated Brent naik sebesar USD2,07 per barel dari USD57,39 per barel menjadi USD59,46 per barel. Brent (ICE) naik USD2,57 per barel dari USD57,67 per barel menjadi USD60,24 per barel.

    Sementara WTI (Nymex) naik USD2,57 per barel dari USD48,98 per barel menjadi USD51,55 per barel. Kemudian, Basket OPEC naik sebesar USD1,68 per barel dari USD56,94 per barel menjadi USD58,62 per barel.

    Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) melaporkan kenaikan harga minyak mentah dunia dipengaruhi oleh adanya penurunan produksi minyak dari negara-negara OPEC maupun Non-OPEC sebesar 1,27 juta barel per hari (bph) yang berlaku sejak Januari 2019. Serta turunnya pasokan minyak mentah global pada Desember 2018 sebesar 350 ribu barel per hari (bph).



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id