Plus Minus Membayar Listrik via Daring

    Ade Hapsari Lestarini - 02 Oktober 2019 19:32 WIB
    Plus Minus Membayar Listrik via Daring
    Ilustrasi. FOTO: Medcom.id.
    Jakarta: Teknologi telah memudahkan masyarakat dalam mengisi daya listrik, yakni menggunakan media token. Cara ini menjadi salah satu kebutuhan yang wajib terpenuhi bagi masyarakat masa kini.

    Apabila dahulu pembelian token listrik hanya bisa dilakukan melalui toko atau counter, saat ini sudah merambah pembelian token secara online, baik melalui aplikasi maupun website. Melalui pembayaran online, masyarakat juga bisa membeli pulsa, melakukan kegiatan e-commerce, hingga membayar rekening air.

    Marketing Manager Cermati.com, Kenadi, dalam keterangan resminya, Rabu, 2 Oktober 2019, membeberkan plus minus pembayaran listrik secara online dan offline. Dia menuturkan, ada beberapa keunggulan jika mengisi secara manual. Pertama, lebih terpercaya. Ketika memutuskan untuk membeli token listrik dengan cara mengunjungi counter atau tempat penjualan lainnya, calon pembeli tentunya bisa memilih secara langsung mengenai produk yang ditawarkan toko tersebut beserta harganya.

    Ditambah lagi, karena prosesnya bisa ditunggu, pembeli pun bisa langsung menyampaikan pada pihak penjual jika token listrik tidak kunjung masuk. Kalau pun memang ada masalah saat pengisian, maka penjual bisa menyampaikannya pada pembeli, sehingga tidak ada prasangka buruk mengenai kemungkinan terjadinya kasus penipuan.

    Kedua, layanan konsumen lebih jelas. Berkomunikasi dengan tatap muka merupakan cara terbaik untuk bertransaksi, karena jika ada hal yang tidak dipahami, baik pembeli maupun penjual bisa saling menyampaikan permasalahannya. Demikian dengan urusan membeli token listrik. Apabila memilih untuk melakukan pembelian offline, pelayanan dari pihak penjual tentu bisa lebih maksimal.

    "Sehingga jika membutuhkan penjelasan mengenai produk token listrik yang dijual atau ingin menyampaikan komplain, pembeli bisa mendapatkan respons yang cepat karena bisa menyampaikannya secara langsung pada penjual. Sebagai contoh apabila Anda ingin membeli token listrik PLN atau air di PDAM, kita bisa langsung menanyakan pada penjual apa saja paket telepon atau internet yang sesuai kebutuhan," jelasnya.

    Selanjutnya, kekurangan dalam membeli token listrik secara offline yakni harus mengunjungi tempat penjualan. Bilamana lokasi counter cukup dekat dengan posisi saat itu, tentu tidak akan jadi masalah. Namun, apabila lokasinya cukup jauh sehingga membutuhkan bantuan alat transportasi, jelasnya ada biaya transportasi yang harus dikeluarkan.

    Kendala setelahnya yakni waktu yang tidak fleksibel. Toko offline yang menjual token listrik tentunya memiliki jam operasional yang berbeda-beda satu sama lain. Saat ingin membelinya, jelasnya, pembeli harus mendatangi pada jam kerja toko tersebut. Jadi, pembelian tidak bisa dilakukan sewaktu-waktu.

    "Namun kalau membeli secara online, bisa kapan saja dan di mana saja, mengirit waktu dan biaya, serta harga lebih murah," tambah Kenadi.

    Menurut dia, masyarakat bisa sewaktu-waktu membutuhkan token listrik. Dia mengatakan telah banyak toko online yang melayani pembelian selama 24 jam dalam wujud aplikasi dan website, layanan secara online tentunya sangat praktis. Jadi, kapanpun Token Listrik dibutuhkan, masyarakat bisa langsung melakukan pembelian di manapun mereka sedang berada.

    Selain itu masyarakat tentunya tidak perlu mengeluarkan uang untuk biaya transportasi seperti saat melakukan pembelian secara offline. Cukup dengan mengotak-atik ponsel, pembelian token sudah bisa dilakukan. Sehingga waktu tidak terbuang di perjalanan maupun di lokasi penjualan. Dia mengatakan dalam membeli token listrik secara online juga memberikan benefit tambahan, karena ada beberapa toko yang menjual lebih murah dari harga counter.

    Namun demikian, dirinya tidak menampik jika ada kekurangan dalam membeli token listrik secara online. Pertama, kredibilitas masih kurang meyakinkan. Pembelian online memang cukup praktis. Namun, karena pembeli tidak bisa stand by untuk melihat proses pengisian token listrik secara langsung, kepercayaan pada pihak penjual pun masih dipertanyakan.

    "Ditambah lagi karena tidak bisa berkomunikasi dengan pihak penjual secara langsung, risiko munculnya kesalahpahaman sangat mungkin untuk terjadi. Bahkan, bukan tidak mungkin pembeli malah menjadi korban penipuan," paparnya.

    Kendala kedua yakni tergantung pada koneksi internet. Label online pada layanan penjualan token listrik mengindikasikan bahwa program tersebut memanfaatkan koneksi internet untuk memproses pengisian token. Baik dari pihak pembeli maupun penjual, jika konektivitas internetnya tengah bermasalah, pengisian Token Listrik pun bisa terkendala, atau bahkan gagal.

    "Dengan demikian, agar pengisian token listrik bisa berjalan dengan normal, internet yang tersambung ke perangkat untuk mengisi token listrik harus dalam keadaan stabil, agar tidak ada pihak yang dirugikan. Pembelian token listrik secara offline maupun online memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Keduanya memang memberikan kemudahan yang berbeda, namun ada poin yang menjadikan dua pilihan tersebut tetap memiliki titik kelemahan," pungkasnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id