Yuk, Move On ke Era Digital

    Annisa ayu artanti - 01 November 2019 19:14 WIB
    <i>Yuk, Move On</i> ke Era Digital
    GM Marketing Operation Region III Tengku Fernanda (kanan) menunjukkan bukti transaksi cashless dengan aplikasi. Foto: dok Pertamina.
    Jakarta: Move on yuk! Tak cuma kata yang tepat diungkapkan ketika ingin melupakan masa lalu, tapi juga menjadi ajakan tepat untuk beralih ke era digital. Termasuk dalam hal pembayaran, yang mulai meninggalkan penggunaan uang tunai alias cashless.

    Serba-serbi pembayaran yang tengah digandrungi masyarakat dan digalakkan pemerintah adalah pembayaran melalui uang digital atau dompet digital. Sebut saja mulai dari jajan, belanja, sampai pembayaran kebutuhan sehari-hari seperti Bahan Bakar Minyak (BBM), elpiji, listrik, PDAM, dan pulsa.

    Tak mau ketinggalan, perusahaan migas pelat merah PT Pertamina (Persero) juga ikut menerapkan hal yang sama. Sejak tahun lalu, perusahaan sudah mulai menyosialisasikan penggunaan pembayaran digital.

    Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriah Usman menjelaskan Pertamina menggandeng Link Aja, sebuah aplikasi pembayaran berbasis QR Code besutan BUMN yang bersinergi dengan aplikasi My Pertamina.

    "Jadi selain untuk sinergi BUMN, Link Aja ini memang kita sinergikan juga dengan My Pertamina. Jadi memang bagian dari digitalisasi SPBU Pertamina," kata Fajriyah kepada Medcom.id.

    Pertamina memberlakukan pembayaran digital untuk berbagai pembelian produk seperti BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan pembelian elpiji di pangkalan, serta agen.

    Pembelian BBM dan elpiji tanpa uang tunai ini bisa dilakukan di 1.166 SPBU Pertamina yang tersebar di seluruh kota di Indonesia. Sementara untuk pembelian elpiji bisa dilakukan di 2.055 agen dan 3.102 pangkalan elpiji.

    Menurut Fajriyah, penggunaan nontunai ini menguntungkan perusahaan dan konsumen. Melalui sistem pembayaran seperti ini verifikasi jumlah tabung elpiji yang dibeli akan sesuai dengan harga tabung yang dibayarkan oleh pangkalan elpiji. Sehingga, konsumen dipastikan dapat membeli elpiji 3 kg sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

    Selain itu, agen elpiji juga dapat melakukan pencatatan transaksi secara waktu nyata (real time) dan otomatis sehingga lebih akurat, serta tidak membuat ribet konsumen dengan harus mengambil uang di bank.

    "Jadi itu akan mempermudah semua proses bisnis baik bagi konsumen maupun di Pertamina," ujarnya.

    Meski demikian, Fajriyah mengakui pembayaran melalui digital saat ini belum sebanyak pembayaran tunai atau konvensional. Namun ia percaya, semakin canggihnya era digital potensi masyarakat beralih ke digitalisasi semakin besar.

    "Iya dong, harus move on sekarang," ungkapnya.

    Unit Manager Communication & CSR MOR I Roby Hervindo menambahkan salah satu tujuan penggunaan pembayaran nontunai di Pertamina untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan pemerintah.

    Selain itu, sistem pembayaran seperti ini juga mendukung rencana distribusi elpiji tertutup. "Cashless payment system elpiji adalah sistem untuk pangkalan melakukan transaksi pemesanan maupun pembayaran elpiji kepada agen secara nontunai. Lewat sistem ini, keandalan stok elpiji di pangkalan meningkat," jelas Roby.

    Hingga kini, untuk wilayah Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Sumbagut, sebanyak 461 dari total 489 agen atau 94 persen sudah menerapkan sistem pembayaran nontunai. "Kami optimistis untuk penerapan cashless payment di pangkalan hingga akhir 2019 juga mencapai 100 persen," ujar Roby.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id