Pemerintah-Chevron Finalisasi Pengembangan Proyek Ultra Laut Dalam

    Suci Sedya Utami - 24 Mei 2019 12:44 WIB
    Pemerintah-Chevron Finalisasi Pengembangan Proyek Ultra Laut Dalam
    Menteri ESDM Ignasius Jonan. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
    Houston: Pemerintah dan Chevron tengah m memfinalisasi pengembang proyek ultra laut dalam atau Indonesia Deepwater Development (IDD).

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan pun langsung menyambangi kantor pusat Chevron di Houston, Amerika Serikat di sela-sela junjungan kerjanya ke luar negeri.

    Pertemuan tersebut didampingi Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Amerika Serikat Mahendra Siregar, Wakil Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Sukandar, Konsul Jenderal RI di Houston Nana Yuliana, dan Staf Khusus Menteri ESDM Eddi Hariyadhi.

    Proyek yang terdiri atas lapangan gas pada wilayah kerja eksplorasi Rapak dan Ganal di Selat Makassar ini telah dilakukan pembahasan mengenai keekonomian sejak 2008. Namun sempat terhenti beberapa kali lantaran belum mencapai titik temu.

    Dalam kesempatan terpisah, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengungkapkan pentingnya pertemuan tersebut untuk mempercepat berjalannya proyek IDD. "Pemerintah ingin proyek IDD bisa dipercepat, dan bisa memberikan keekonomian yang terbaik bagi negara dan juga investor, demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," kata Dwi, seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Jumat, 24 Mei 2019.

    SKK Migas sebelumnya menyatakan operasional pengembangan proyek tersebut tergantung pada keputusan Chevron. Deputi Operasi SKK Migas Fatar Yani Abdurrahman mengatakan dari sisi progres sebenarnya diskusi mengenai proyek ini, terutama terkait angka investasi, sudah tidak ada masalah dan lebih cepat dibanding diskusi proyek lain seperti pengembangan Blok Masela. Hanya saja tertundanya proyek tersebut karena kesepakatan jadwal penyelesaian proyek.

    Sementara itu VP Corporate Affairs Chevron Pacific Indonesia Wahyu Budiarto sebelumnya mengatakan saat ini progres pengembangan proyek tersebut masih dalam tahap diskusi keekonomian. Dia bilang ada cara pandang yang berbeda mengenai masalah keekonomian antara pemerintah dan Chevron.

    "Yang kami anggap ekonomik, belum tentu ekonomik buat negara. Apa yang menurut negara cukup untuk kontraktor belum tentu cukup buat kami. Jadi ini masih jalan. Kontraktor tentu saja kita juga musti sepakat dengan negara. Kesepakatan di mana kedua belah pihak melihat hal yang sama. Agak alot. Tapi progresnya sih sudah bagus," kata Wahyu.

    Proyek IDD merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang menjadi fokus perhatian Pemerintah untuk dapat segera diwujudkan. Oleh karenanya, pembahasan lanjutan antara Wakil Negara RI dan manajemen tertinggi Chevron ini perlu dilakukan untuk dapat memastikan penanganan proyek IDD sesuai harapan tersebut.

    Dari data SKK Migas, proyek IDD bisa berproduksi hingga 1.120 juta kaki kubik per hari atau Million Standard Cubic Feet per Day (MMscfd) gas dan minyak 40 ribu barel per hari barrel per hour (bph). Proyek ini sedianya akan beroperasi pada kuartal I-2024.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id