Luhut Buka Peluang Mitra Baru Kembangkan Kilang Cilacap

    Suci Sedya Utami - 11 November 2019 19:21 WIB
    Luhut Buka Peluang Mitra Baru Kembangkan Kilang Cilacap
    Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
    Jakarta: Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membuka peluang bermitra dengan pihak lain untuk mengembangkan Kilang Cilacap. Hal ini mengingat masih buntunya penghitungan valuasi antara PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco.

    Luhut menyebutkan saat ini masih ada perbedaan angka yang diajukan kedua pihak tersebut. Dia bilang besaran gap-nya mencapai USD1,5 miliar. Padahal Pertamina telah menggandeng Saudi Aramco untuk menggarap proyek ini sejak 2014 silam.

    Pada 2016, keduanya bahkan telah meneken perjanjian pembentukan perusahaan patungan (joint venture development agreement/JVDA). Namun, hingga kini, keduanya belum juga membentuk perusahaan patungan ini lantaran belum ada kesepakatan valusi aset.

    "Kalau masih tetap segitu (selisih valuasi aset), kami melihat pilihan lain, sudah ada pilihan lain," kata Luhut di Kemenko Maritim dan Investasi, Jakarta Pusat, Senin, 11 November 2019.

    Valuasi aset ini dibutuhkan guna memenuhi salah satu permintaan perusahaan migas Arab Saudi itu, yakni spin off aset untuk selanjutnya dimasukkan dalam perusahaan patungan. Namun, permasalahan perbedaan valuasi aset tersebut membuat pengembangan Kilang Cilacap menjadi terhambat.

    Sementara itu, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina Ignatius Tallulembang dan Saudi Aramco menyepakati untuk menyelesaikan perhitungan valuasi aset dari rencana revitalisasi atau pembangunan Kilang Cilacap di Desember.

    Talulembang mengatakan kedua belak pihak pun sepakat untuk menggunakan satu internasional advisor untuk menghitung valuasi tersebut. Selama ini valuasi dilakukan masing-masing pihak baru nantinya disinkronkan bersama. Namun hingga saat ini cara tersebut masih belum membuahkan hasil.

    Talulembang mengatakan tim advisor tersebut saat ini tengah bekerja. Ia bilang paling lama dalam satu bulan hasil perhitungan bisa dikeluarkan dan dibahas di masing-masing internal kedua belah pihak dan akan dibicarakan bersama.

    "Kesepakatan hasil valuasi paling lambat tahun ini. Semuanya diupayakan di akhir Desember," kata Talulembang.

    Setelah valuasi selesai, dia bilang, tahapan selanjutnya akan masuk ke engineering. Talulembang mengatakan penandatanganan tahapan engineering diharapkan bisa dilakukan di awal 2020.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id