• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Pemerintah Beri Insentif bagi Industri Mobil Listrik

11 Juli 2018 10:00 wib
Ilustrasi mobil listrik. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan).
Ilustrasi mobil listrik. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan).

Jakarta: Pemerintah memastikan akan memberikan insentif dalam skema tax holiday untuk membantu pengembangan industri mobil listrik yang memberikan nilai tambah dan mengoptimalkan pemanfataan sumber daya lokal.

"Kami memberikan insentif yaitu tax holiday termasuk industri teknologi baterainya," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Harjanto dalam diskusi soal roadmap pengembangan industri mobil listrik Indonesia, di Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018.

Selain itu, pihaknya tengah mengusulkan agar terkait dengan penggunaan kendaraan yang mengurangi emisi, ke depannya akan bisa memperoleh tingkat pajak lebih rendah.

Ia mengemukakan pengembangan industri mobil listrik sudah ada peta jalannya termasuk di dalamnya mencakup pengembangan industri ramah lingkungan sehingga target 20 persen dari total produksi kendaraan emisi karbon rendah bisa tercapai pada 2025.

Ia juga menyatakan pihaknya bakal melakukan langkah menuju arah sana dengan hati-hati agar tidak terjadi turbulensi sehingga industri otomotif masih tetap mempertahankan pertumbuhannya serta transisi menuju ke penggunaan kendaraan ramah lingkungan bisa mulus.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman menyatakan pihaknya mendukung karena ke depannya PLN berkomitmen menggunakan energi baru dan terbarukan di Nusantara.

"Kami berkomitmen mengembangkan energi baru dan terbarukan hingga 23 persen pada 2025," kata Syofvi.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan pihaknya setuju dengan rencana pengembangan mobil listrik karena hal itu merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari.

Namun, Yohannes juga mengutarakan harapannya agar berbagai kebijakan terkait dengan hal itu jangan mengganggu industri otomotif di Indonesia yang kini berjalan baik dan berkontribusi pada ekonomi.

Riset Bersama

Kementerian Perindustrian sebelumnya juga menggandeng Toyota Indonesia dan enam perguruan tinggi negeri untuk melakukan riset dan studi bersama secara komprehensif tentang teknologi electrified vehicle (mobil listrik) di dalam negeri.

Langkah itu akan menjadi masukan bagi pemerintah dalam menerapkan kebijakan pengembangan kendaraan listrik sehingga target 20 persen untuk produksi kendaraan emisi karbon rendah (low carbon emission vehicle/LCEV) pada 2025 dapat tercapai.

"Pemerintah terus berupaya mendorong pemanfaatan teknologi otomotif yang ramah lingkungan melalui program LCEV," kata Menperin Airlangga Hartarto pada acara Kick-off Electrified Vehicle Comprehensive Study, di Jakarta, Rabu, 4 Juli lalu.

Menurut Menperin, langkah itu tidak terlepas dari komitmen pemerintah Indonesia untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 29 persen pada 2030 dan sekaligus menjaga energi khususnya di sektor transportasi darat. Apalagi, industri otomotif berkontribusi cukup signifikan bagi perekonomian nasional selama ini.

Dalam implementasinya, Kemenperin berkolaborasi dengan sejumlah akademisi dan Toyota Indonesia sebagai salah satu pelaku industri otomotif nasional guna memperkenalkan teknologi pengembangan kendaraan ramah lingkungan. Riset bersama itu akan berlangsung selama dua tahun hingga 2019. (Media Indonesia)

 


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.